Logo Masjid DKM Al Hikmah
Masjid DKM Al Hikmah
Asy-Syu'ara'

QS. Asy-Syu'ara': Para Penyair

227 ayat • Makkiyah • Sumber: api.myquran.com

101

وَلَا صَدِيْقٍ حَمِيْمٍ

dan tidak pula mempunyai teman yang akrab,

Tafsir ringkas

"Dan tidak pula mempunyai teman yang akrab, yang bisa memberikan sedikit pertolongan." sesal mereka. Setelah tidak ada lagi yang membantu, mereka lantas menginginkan kembali lagi ke dunia agar bisa melakukan amal saleh.

102

فَلَوْ اَنَّ لَنَا كَرَّةً فَنَكُوْنَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ

Maka seandainya kita dapat kembali (ke dunia) niscaya kita menjadi orang-orang yang beriman.”

Tafsir ringkas

"Maka seandainya kita dapat kembali ke dunia niscaya kita menjadi orang-orang yang beriman, dan beramal saleh." demikian mereka mengungkapkanpenyesalannya. Tapi hal itu mustahil mereka dapatkan, karena hidup di dunia cuma sekali.

103

اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً ۗوَمَا كَانَ اَكْثَرُهُمْ مُّؤْمِنِيْنَ

Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.

Tafsir ringkas

Sungguh, pada yang demikian itu yaitu pada kisah Nabi Ibrahim jika direnungkan dengan saksama, terdapat tanda kekuasaan Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.

104

وَاِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ ࣖ

Dan sungguh, Tuhanmu benar-benar Dialah Mahaperkasa, Maha Penyayang.

Tafsir ringkas

Dan sungguh, Tuhanmu benar-benar Dialah Mahaperkasa, yang mampu mempercepat siksa-Nya, Maha Penyayang dengan mengakhirkan siksa sampai di akhirat nanti.

105

كَذَّبَتْ قَوْمُ نُوْحِ ِۨالْمُرْسَلِيْنَ ۚ

Kaum Nuh telah mendustakan para rasul.

Tafsir ringkas

Kaum Nabi Nuh telah mendustakan para rasul. Para rasul Allah adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lain. Mendustakan satu rasul sama saja dengan mendustakan semua rasul.

106

اِذْ قَالَ لَهُمْ اَخُوْهُمْ نُوْحٌ اَلَا تَتَّقُوْنَ ۚ

Ketika saudara mereka (Nuh) berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa?

Tafsir ringkas

Ketika saudara mereka yaitu Nabi Nuh, saudara senegeri, berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa? Pertanyaan itu terlontar mengingat bahwa mereka adalah penyembah patung-patung Wadd, Suwa’, Yaghuts, Ya'uq, dan Nasr (Lihat: Surah: Nuh: 23).

107

اِنِّيْ لَكُمْ رَسُوْلٌ اَمِيْنٌ ۙ

Sesungguhnya aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,

Tafsir ringkas

Nabi Nuh melanjutkan dakwahnya, "Sesungguhnya aku ini seorang rasul kepercayaan yang diutus kepadamu, untuk menyampaikan pesan-pesan Tuhanku kepadamu."

108

فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِۚ

Maka bertakwalah kamu kepada Allah dan taatlah kepadaku.

Tafsir ringkas

"Maka bertakwalah kamu kepada Allah dengan menjaga diri agar tidak mendapat murka Allah dan taatlah kepadaku atas semua yang aku sampaikan kepadamu.

109

وَمَآ اَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ اَجْرٍۚ اِنْ اَجْرِيَ اِلَّا عَلٰى رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ۚ

Dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan itu; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam.

Tafsir ringkas

Dan aku tidak meminta imbalan apa pun kepadamu baik berupa materi atau jasa, atas ajakan itu, karena imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam yang jauh lebih baik dari semua imbalan yang ada karena Allah Mahakaya, pemilik alam seluruh."

110

فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِ

Maka bertakwalah kamu kepada Allah dan taatlah kepadaku.”

Tafsir ringkas

"Maka bertakwalah kamu kepada Allah dengan mengerjakan semua perintahnya dan menjauhi semua larangan-Nya dan taatlah kepadaku, atas semua yang aku sampaikan kepadamu." Kaum Nabi Nuh langsung memberikan reaksi secara negatif.

111

۞ قَالُوْٓا اَنُؤْمِنُ لَكَ وَاتَّبَعَكَ الْاَرْذَلُوْنَ ۗ

Mereka berkata, “Apakah kami harus beriman kepadamu, padahal pengikut-pengikutmu orang-orang yang hina?”

Tafsir ringkas

Mereka berkata, “Apakah kami harus beriman kepadamu, padahal pengikut-pengikutmu orang-orang yang hina?” Pengikut Nabi Nuh banyak dari golongan rakyat jelata, karena merekalah yang banyak terzalimi dari sistem yang ada, bukan dari kalangan bangsawan yang senang dengan kedudukan mereka. Begitulah mereka melihat persoalan bukan dari ajarannya tapi dari orang yang mengikuti ajaran itu.

112

قَالَ وَمَا عِلْمِيْ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ ۚ

Dia (Nuh) menjawab, “Tidak ada pengetahuanku tentang apa yang mereka kerjakan.

Tafsir ringkas

Mendengar ejekan kaumnya, dia, yakni Nabi Nuh, menjawab, “Tidak ada pengetahuanku tentang apa yang mereka orang-orang yang hina dina itu kerjakan. Aku hanya mengetahui hal-hal yang lahir saja dari mereka saja.

113

اِنْ حِسَابُهُمْ اِلَّا عَلٰى رَبِّيْ لَوْ تَشْعُرُوْنَ ۚ

Perhitungan (amal perbuatan) mereka tidak lain hanyalah kepada Tuhanku, jika kamu menyadari.

Tafsir ringkas

Perhitungan amal perbuatan mereka tidak lain hanyalah kepada Tuhanku, karena Tuhanku yang mengetahui secara hakiki niat dari perbuatan mereka, jika kamu menyadari terhadap apa yang aku katakan. Semestinya kamu memahami persoalan ini dengan akal sehatmu.

114

وَمَآ اَنَا۠ بِطَارِدِ الْمُؤْمِنِيْنَ ۚ

Dan aku tidak akan mengusir orang-orang yang beriman.

Tafsir ringkas

Lalu dengan lantang Nabi Nuh mengatakan kepada kaumnya tentang pengikut-pengikutnya yang setia. "Dan aku tidak akan mengusir orang-orang yang beriman. Tidak terkecuali apakah mereka terdiri dari orang-orang miskin, dari kalangan bawah atau lainnya. orang-orang itu pastilah memahami apa yang aku dakwahkan kepada mereka.

115

اِنْ اَنَا۠ اِلَّا نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌ ۗ

Aku (ini) hanyalah pemberi peringatan yang jelas.”

Tafsir ringkas

Aku, Nabi Nuh, ini hanyalah pemberi peringatan yang jelas terhadap mereka yang selalu berdusta kepadaku, bahwa nasib mereka pastilah akan jelek.

116

قَالُوْا لَىِٕنْ لَّمْ تَنْتَهِ يٰنُوْحُ لَتَكُوْنَنَّ مِنَ الْمَرْجُوْمِيْنَۗ

Mereka berkata, “Wahai Nuh! Sungguh, jika engkau tidak (mau) berhenti, niscaya engkau termasuk orang yang dirajam (dilempari batu sampai mati).”

Tafsir ringkas

Mendengar jawaban Nabi Nuh yang demikian tegas dan masuk akal, kaumnya mengintimidasinya. Mereka berkata, “Wahai Nuh! Sungguh, jika engkau tidak mau berhenti dari ajakanmu, niscaya engkau termasuk orang yang dirajam yaitu dilempari batu sampai mati.” Demikianlah sikap orang-orang zalim pada setiap zaman. Mereka akan menggunakan kekuatan jika kalah dalam adu argumentasi. Mendengar ancaman kaumnya, Nabi Nuh mengadu kepada Tuhannya.

117

قَالَ رَبِّ اِنَّ قَوْمِيْ كَذَّبُوْنِۖ

Dia (Nuh) berkata, “Ya Tuhanku, sungguh kaumku telah mendustakan aku;

Tafsir ringkas

Dia, Nabi Nuh, berkata, “Ya Tuhanku sungguh kaumku telah mendustakan aku. Mereka telah memilih jalan kesesatan, padahal aku, sesuai dengan perintah-Mu, telah mengajak mereka dengan baik-baik, siang dan malam, selama ratusan tahun, untuk kembali ke jalan-Mu.

118

فَافْتَحْ بَيْنِيْ وَبَيْنَهُمْ فَتْحًا وَّنَجِّنِيْ وَمَنْ مَّعِيَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ

maka berilah keputusan antara aku dengan mereka, dan selamatkanlah aku dan mereka yang beriman bersamaku.”

Tafsir ringkas

Maka berilah keputusan antara aku dengan mereka wahai Tuhanku, di Tangan-Mu-lah nasib mereka dan aku memohon kepada-Mu, selamatkanlah aku dan mereka yang beriman bersamaku dari siksaan-Mu yang akan Engkau timpakan kepada kaumku.

119

فَاَنْجَيْنٰهُ وَمَنْ مَّعَهٗ فِى الْفُلْكِ الْمَشْحُوْنِ

Kemudian Kami menyelamatkannya Nuh dan orang-orang yang bersamanya di dalam kapal yang penuh muatan.

Tafsir ringkas

Allah pun mengabulkan doa Nabi Nuh. Kemudian Kami menyelamatkannya yakni Nuh dan orang-orang yang bersamanya di dalam kapal yang penuh muatan yaitu berupa kebutuhan pokok mereka.

120

ثُمَّ اَغْرَقْنَا بَعْدُ الْبٰقِيْنَ

Kemudian setelah itu Kami tenggelamkan orang-orang yang tinggal.

Tafsir ringkas

Kemudian setelah penyelamatan itu, Kami tenggelamkan orang-orang yang tinggal yaitu mereka yang durhaka.

Ayat 101–120 dari 227
arrow_back Semua surah