Dia (Allah) mengazab siapa yang Dia kehendaki dan memberi rahmat kepada siapa yang Dia kehendaki, dan hanya kepada-Nya kamu akan dikembalikan.
Tafsir ringkas
Dia mengazab dengan sangat adil siapa yang Dia kehendaki atas segala dosa yang dilakukannya semasa hidup, dan memberi rahmat kepada siapa yang Dia kehendaki, yaitu orang-orang yang bertobat dan beramal saleh, dan hanya kepada-Nya setelah kematian kamu akan dikembalikan untuk perhitungan dan pembalasan.
Dan kamu sama sekali tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) baik di bumi maupun di langit, dan tidak ada pelindung dan penolong bagimu selain Allah.
Tafsir ringkas
Jangan duga akan dapat menghindar dari siksa-Nya, karena ketika itu tidak ada kekuasaan selain kuasa-Nya dan kamu wahai para pendurhaka sama sekali tidak dapat melepaskan diri dari siksa yang ditetapkan Allah, baik kamu berada di bumi maupun berada di langit, dan tidak ada pelindung yang dapat menghalangi siksa Allah dan penolong bagimu yang dapat meringankan siksa yang ditetapkan itu selain Allah.
Dan orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan-Nya, mereka berputus asa dari rahmat-Ku, dan mereka itu akan mendapat azab yang pedih.
Tafsir ringkas
Harapan mereka untuk meraih surga pupus, dan orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah, baik yang terbentang di alam raya maupun yang tertulis dalam kitab suci, dan mengingkari pertemuan dengan-Nya, yakni pada hari kebangkitan, mereka itu sungguh telah berputus asa dari rahmat-Ku ketika menyaksikan azab yang telah disediakan bagi mereka, dan mereka itu akan mendapat azab yang pedih.
Maka tidak ada jawaban kaumnya (Ibrahim), selain mengatakan, “Bunuhlah atau bakarlah dia,” lalu Allah menyelamatkannya dari api. Sungguh, pada yang demikian itu pasti terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang beriman.
Tafsir ringkas
Setelah mendengar nasihat Nabi Ibrahim, maka tidak ada jawaban dari kaumnya yang sebenarnya sangat dikasihi Nabi Ibrahim, selain mengatakan sesama mereka, "Bunuhlah dia dengan pedang dan semacamnya atau bakarlah dia dengan melemparkannya kedalam api sampai mati." Mereka bersepakat untuk membakarnya. Setelah Nabi Ibrahim berada di tengah kobaran api, lalu dengan cepat Allah Yang Mahakuasa, penolong dan Pelindung satu-satunya menyelamatkannya dari api yang berpotensi membakar itu denganmenjadikan api tersebut menjadi dingin. Sungguh, pada api yang demikian itu pasti terdapat tanda-tanda kebesaran dan kekuasan Allah bagi orang yang beriman.
Dan dia (Ibrahim) berkata, “Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah, hanya untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kamu dalam kehidupan di dunia, kemudian pada hari Kiamat sebagian kamu akan saling mengingkari dan saling mengutuk; dan tempat kembalimu ialah neraka, dan sama sekali tidak ada penolong bagimu.”
Tafsir ringkas
Dan Dia Nabi Ibrahim berkata kepada kaumnya, "Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah, tidak lain manfaatnya kecuali hanya untuk tujuan menciptakan perasaan kasih sayang diantara kamu dalam kehidupan di dunia. Tetapi tidak ada yang kelihatannya sebagai manfaat itu pada hakikatnya berdampak buruk, karena kemudian nanti pada hari kiamatsebagian kamu akan saling mengingkari sebagian lain, tidak saling mengenal dan mengingkari kebaikan temannya, dan bukan hanya itu, sebagian kamu juga saling mengutuk sebagian lain; pemimpin berlepas tangan dan meminta agar yang mengikutinya dijatuhkan siksa, dengan pengikut meminta agar pimpinannya dijatuhi seksa berganda. Dan tempat kembalimu wahai para pendurhaka, demikian juga berhala-berhala yang kamu sembah, ialah mereka yang apinya berkobar melebihi api yang telah kamu siapkan itu, dan sama sekali tidak ada seorang pun yang bersedia atau mampu menjadi penolong bagimu."
Maka Lut membenarkan (kenabian Ibrahim). Dan dia (Ibrahim) berkata, “Sesungguhnya aku harus berpindah ke (tempat yang diperintahkan) Tuhanku; sungguh, Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.”
Tafsir ringkas
Tidak ada kaumnya yang beriman, kecuali hanya seorang pria yang bernama Lut. Ayat ini menceritakan, ketika Nabi Ibrahim menyampaikan dakwahnya, maka bersegeralah Lut, yaitu putra saudaranya yang kemudian diangkat oleh Allah sebagai nabi, membenarkan kenabian dan tuntunannya. Dan Nabi Ibrahim berkata kepada Lut, "Sesungguhnya aku harus berpindah dari kampung halamanku ke tempat yang diperintahkan atau direstui dan diberkahi Tuhanku, yaitu Syam. Sungguh, Dialah yang Mahaperkasa, sehingga dapat memberikan dukungan, kekuatan dan kemuliaan, lagi Mahabijaksana dalam segala tindakan-Nya."
Dan Kami anugerahkan kepada Ibrahim, Ishak dan Yakub, dan Kami jadikan kenabian dan kitab kepada keturunannya, dan Kami berikan kepadanya balasannya di dunia; dan sesungguhnya dia di akhirat, termasuk orang yang saleh.
Tafsir ringkas
Dan Kami anugerahkan kepada Nabi Ibrahim, seorang putra dari istrinya. Sarah, yang ikut berhijrah bersamanya, yang bernama Ishak, setelah menanti cukup lama. Dan dari putranya itu kami anugerahkan kepada keduanya seorang cucu, yaitu Yakub, dan Kami jadikan kenabian dan kitab suci yang menghimpun wahyu-wahyu Allah kepada keturunannya, dan disamping itu Kami berikan juga kepadanya balasannya di dunia, atas segala kesabaran dan amal salehnya dengan memberikan anak cucu yang baik, kenabian yang terus-menerus pada keturunannya, dan pujian-pujian yang baik; dan sesungguhnya dia Nabi Ibrahim di akhirat, benar-benar termasuk orang yang saleh, sehinggap pasti ganjaran dan kedudukan yang diperolehnya sangat istimewa.
Dan (ingatlah) ketika Lut berkata kepada kaumnya, “Kamu benar-benar melakukan perbuatan yang sangat keji (homoseksual) yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun dari umat-umat sebelum kamu.
Tafsir ringkas
Setelah diuraikan tentang Nabi Ibrahim, kali ini dibicarakan tentang Nabi Lut, sebagai seorang diantara kaumnya yang beriman. Ayat ini menyatakan, dan ingat serta ingatkanlah pula umatmu, wahai Nabi Muhammad, tentang nabi Lut, ketika Nabi Lut berkata kepada kaumnya yang ketika itu melakukan kedurhakaan besar, "Sesungguhnya kamu benar-benar melakukan perbuatan yangat keji, yaitu berupa monoseksual yang belum pernah dilakukan oleh seorang pundari umat-umat sebelum kamu. Sungguhapa yang kamu lakukan itu sangat buruk.
Apakah pantas kamu mendatangi laki-laki, menyamun dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu?” Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan, “Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika engkau termasuk orang-orang yang benar.”
Tafsir ringkas
Apakah pantas kamu mendatangi laki-laki untuk melampiaskan syahwat, bukan dengan perempuan yang sah untuk digauli,dan disamping itu kamu juga menyamun untuk melakukan perbuatan keji terhadap orang-orang yang dalam perjalanan, dan kamu selalu mengerjakan kemungkaran ditempat-tempat pertemuanmu, bukan ditempat-tempat sepi dan tersembungi?" Teguran itu tidak mereka gubris sama sekali. Maka, tanpa berpikir dan menunggu lama, jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan kepada Nabi Lut dengan angkuh sambil mengejek, "Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika engkau termasuk orang-orang yang benar dalam ucapan dan ancaman kamu kepada kami."
Dia (Lut) berdoa, “Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas golongan yang berbuat kerusakan itu.”
Tafsir ringkas
Melihat sikap mereka yang seperti itu, Nabi Lut berdoa, "Ya tuhan ku, tolonglah aku dengan menimpakan azab atas golongan yang berbuat kerusakan itu, yaitu yang telah melampaui batas dan mendarah daging sifat buruknya, sehingga mengancam kelanjutan hidup manusia."
Dan ketika utusan Kami (para malaikat) datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengatakan, “Sungguh, kami akan membinasakan penduduk kota (Sodom) ini karena penduduknya sungguh orang-orang zalim.”
Tafsir ringkas
Doa Nabi Lut dikabulkan oleh Allahdengan menetapkan seksa-Nya kepada mereka yang durhaka, sebagaimana yang disampaikan-Nya kepada Nabi Ibrahim. Dan kisahnya bermula ketika utusan Kami yakni para malaikat datang kepada Nabi Ibrahim dengan membawa kabar gembira tentang kelahiran seorang putra, yaitu Ishak, melalui istrinya, Sarah, dan seorang cucu, yaitu Ya'kub, putra Ishak. Para malaikat utusan Allah mengatakan kepada Nabi Ibrahim, "Sungguh kami akan membinasakan penduduk kota Sodom ini karena penduduknya sungguh orang-orang zalim yang kezalimannya terhadap Allahdan manusia telah mencapai pencaknya."
Ibrahim berkata, “Sesungguhnya di kota itu ada Lut.” Mereka (para malaikat) berkata, “Kami lebih mengetahui siapa yang ada di kota itu. Kami pasti akan menyelamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya. Dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).”
Tafsir ringkas
Nabi Ibrahim berkata kepada para malaikat, "Sesungguhnya di kota itu ada Nabi Lut, seorang hamba Allah yang taat kepada-Nya. Semoga ia tidak terkena dampak buruk siksa itu, atau semoga dengan keberadaannya di sana siksa Allah dapat ditangguhkan." Mereka para malaikat utusan Allah berkata, "Kami lebih mengetahui daripada engkau tentang siapa yang ada di kota itu; siapa yang wajar diselamatkan dan siapa yang akan terkena siksa. Tidak perlu khawatir, Kami pasti akan menyelamatkan dia beserta keluarganya dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya yang tidak beriman. Isterinya termasuk orang-orang yang tertinggal dan akan dibinasakan."
Dan ketika para utusan Kami (para malaikat) datang kepada Lut, dia merasa bersedih hati karena (kedatangan) mereka, dan (merasa) tidak mempunyai kekuatan untuk melindungi mereka, dan mereka (para utusan) berkata, “Janganlah engkau takut dan jangan (pula) bersedih hati. Sesungguhnya Kami akan menyelamatkanmu dan pengikut-pengikutmu, kecuali istrimu, dia termasuk orang-orang yang tinggal (dibinasakan).”
Tafsir ringkas
Setelah memberitahukan kabar gembira tentang kelahiran putra dan cucu dan berita kehancuran Nabi Lut kepada Nabi Ibrahim, para malaikat segera menuju perkampungan kaum Nabi Lut, Dan ketika para malaikat utusan Kami datang kepada Nabi Lut, dia merasa bersedih karena kedatangan mereka yang tampil dalam wujud beberapa laki-laki tampan rupawan, dan dia merasa tidak mempunyai kekuatan untuk melindungi mereka dari tindakan amoral kaumnya. Melihat Nabi Lut gelisah, para malaikat utusan Allah itu menenangkan Nabi Lut dan berkata, "Janganlah engkau takut menyangkut keselamatan diri kami, karena mereka tidak akan mampu menyentuh kami, dan jangan pula bersedih hati karena informasi yang kami sampaikan menyangkut kehancuran penduduk negeri. Sesungguhnya kami akan menyelamatkanmu dan pengikut-pengikut mu yang beriman, kecuali isterimu, dia termasuk kelompok orang-orang yang tinggal dan akan dibinasakan.
Sesungguhnya Kami akan menurunkan azab dari langit kepada penduduk kota ini karena mereka berbuat fasik.
Tafsir ringkas
Para malaikat menyampaikan cara pembinasaan tersebut dengan menyatakan, "Sesungguhnya kami atas perintas Allah akan menurunkan azab dari langit kepada penduduk kota ini disebabkan karena mereka selalu berbuat fisik yakni keluar dari ketaatan kepada Allah dengan melanggar ketetapan-Nya"
Dan sungguh, tentang itu telah Kami tinggalkan suatu tanda yang nyata bagi orang-orang yang mengerti.
Tafsir ringkas
Demikianlah para utusan Kami melaksanakan tugas dengan sempurna, dan demi keagungan dan kekuasaan Kami, sungguh, tentang negeri Sodom itu telah Kami tinggalkan padanya suatu tanda bukti kuasa Kami yang nyata bagi orang-orang yang mengerti dan menjadikannya sebagai pelajaran.
Dan kepada penduduk Madyan, (Kami telah mengutus) saudara mereka Syuaib, dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah, harapkanlah (pahala) hari akhir, dan jangan kamu berkeliaran di bumi berbuat kerusakan.”
Tafsir ringkas
Setelah diuraikan terrdahulu pengutusan Nabi Ibrahim dan Nabi Lut, kini dijelaskan kisah Nabi Syuaib. Dan kepada penduduk kota Madyan, Kami juga telah mengutus saudara mereka Syuaib. Segera setelah mendapat tugas dia menemui mereka dan berkata, "Wahai kaumku! Sembahlah Allah, Tuhan Yang Maha Esa dan jangan mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, harapkanlah pahala dan ganjaran-Nya pada hari akhir, dan jangan kamu berkeliaran di muka bumi berbuat kerusakan dan kemaksiatan, tetapi bertobat dan berserah dirilah kepada-Nya."
Mereka mendustakannya (Syuaib), maka mereka ditimpa gempa yang dahsyat, lalu jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal mereka.
Tafsir ringkas
Tanpa berpikir panjang mereka mendutakannya, menolak ajakan Nabi Syuaib dan terus berbuat kerusakan, antara lain melakukankejahatan ekonomi dengan mengurangi takaran dan timbangan. Maka sebagai akibat kedurhakaan itu mereka ditempa gempa yang dahsyat dan menghancurkan, lalu jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal mereka.
Juga (ingatlah) kaum ’Ad dan Samud, sungguh telah nyata bagi kamu (kehancuran mereka) dari (puing-puing) tempat tinggal mereka. Setan telah menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan (buruk) mereka, sehingga menghalangi mereka dari jalan (Allah), sedangkan mereka adalah orang-orang yang berpandangan tajam,
Tafsir ringkas
Demikianlah kisah kehancuran kaum yang durhaka. Juga ingatlah kaum 'Ad yang diutus kepada mereka Nabi Hud dan kaum Samud yang merupakan kaum Nabi Saleh, yang telah Kami binasakan karena kedurhakaan mereka. Sungguh telah nyata bagi kamu kehancuran mereka dari puing-puing tempat tinggal mereka yang masih dapat kamu saksikan, wahai kaum musyrik Mekah, dalam perjalanan dagangmu dari Mekah menuju Syam dan Yaman. Setan telah menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan buruk mereka sampai akhirnya lengah, sehingga setan berhasil menghalangi mereka dari jalan Allah yang mengantarkan kepada kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Demikian yang terjadi pada mereka, sedangkan mereka adalah orang-orang yang berpandangan tajam menurut ukuran zamannya, terbukti dengan keberhasilan mereka membangun peradaban, namun kekuatan dan ketajaman pandangan itu tidak mereka manfaatkan.
dan (juga) Karun, Fir‘aun dan Haman. Sungguh, telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa) keterangan-keterangan yang nyata. Tetapi mereka berlaku sombong di bumi, dan mereka orang-orang yang tidak luput (dari azab Allah).
Tafsir ringkas
Dan ingatlah juga kisah tentang kehancuran Karun, seorang kaya raya yang angkuh dari kaum nabi Musa; Fir'aun, raja dan penguasa Mesir yang kejam dan Haman seorang kepercayaan Fir'aun yang patuh dan selalu mengikuti keinginannya. Sungguh, telah datang kepada mereka bertiga utusan Allah yang bernama Nabi Musa dengan membawa keterangan-keterangan yang didukung oleh bukti dan mukjizan yang nyata. Tetapi mereka berlaku sombong di muka bumi, dan mereka termasuk orang-orang yang tidak luput dari kebinasaan dan azab Allah.
Maka masing-masing (mereka itu) Kami azab karena dosa-dosanya, di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil, ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan ada pula yang Kami tenggelamkan. Allah sama sekali tidak hendak menzalimi mereka, akan tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri.
Tafsir ringkas
Maka, akibat keangkuhan kedurhakaan masing-masing dari mereka bertiga itu dan para pendurhaka selain mereka Kami turunkan azab karena dosanya masing-masing; di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil, seperti yang dialami kaum 'Ad dan kaum Nabi Lut; ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, seperti kaum Madyan dan Samud; ada yang kami benamkan ke dalam bumi, seperti Karun beserta harta kakayaannya dan beserta pengikutnya; dan ada pula yang Kami tenggelamkan seperti kaum Nabi Nuh dan Fir'aun beserta bala tentaranya, Siksa dan bencana itu dijatuhkan bukan karena kesewenang-wenangan, tetapi itu adalah buah kedurhakaan. Allah sama sekali tidak hendak menzalimi mereka, dengan menjatukan siksa dan bencana itu, akan tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri dengan keangkuhan dan kedurhakaan.