اُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ رِزْقٌ مَّعْلُوْمٌۙ
mereka itu memperoleh rezeki yang sudah ditentukan,
Tafsir ringkas
mereka itu memperoleh rezeki yang sudah ditentukan tanpa henti,
اُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ رِزْقٌ مَّعْلُوْمٌۙ
mereka itu memperoleh rezeki yang sudah ditentukan,
mereka itu memperoleh rezeki yang sudah ditentukan tanpa henti,
فَوَاكِهُ ۚوَهُمْ مُّكْرَمُوْنَۙ
(yaitu) buah-buahan. Dan mereka orang yang dimuliakan,
yaitu buah-buahan yang beraneka ragam dan rasa. Dan mereka itulah orang yang dimuliakan di sisi Allah.
فِيْ جَنّٰتِ النَّعِيْمِۙ
di dalam surga-surga yang penuh kenikmatan,
Mereka dimuliakan di dalam surga-surga yang penuh kenikmatan dan diiringi kegembiraan.
عَلٰى سُرُرٍ مُّتَقٰبِلِيْنَ
(mereka duduk) berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.
Mereka duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan sambil bercengkerama.
يُطَافُ عَلَيْهِمْ بِكَأْسٍ مِّنْ مَّعِيْنٍۢ ۙ
Kepada mereka diedarkan gelas (yang berisi air) dari mata air (surga),
Dalam keadaan demikian, kepada mereka diedarkan gelas yang berisi air khamar dari mata air surga.
بَيْضَاۤءَ لَذَّةٍ لِّلشّٰرِبِيْنَۚ
(warnanya) putih bersih, sedap rasanya bagi orang-orang yang minum.
Air khamar itu berwarna putih bersih lagi sedap rasanya bagi orang-orang yang minum.
لَا فِيْهَا غَوْلٌ وَّلَا هُمْ عَنْهَا يُنْزَفُوْنَ
Tidak ada di dalamnya (unsur) yang memabukkan dan mereka tidak mabuk karenanya.
Tidak ada di dalamnya unsur yang memabukkan sebagaimana khamar dunia dan mereka tidak mabuk karenanya.
وَعِنْدَهُمْ قٰصِرٰتُ الطَّرْفِ عِيْنٌ ۙ
Dan di sisi mereka ada (bidadari-bidadari) yang bermata indah, dan membatasi pandangannya,
Dan di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang bermata indah dan membatasi pandangannya hanya kepada pasangannya.
كَاَنَّهُنَّ بَيْضٌ مَّكْنُوْنٌ
seakan-akan mereka adalah telur yang tersimpan dengan baik.
Bidadari-bidadari itu sangat elok, seakan-akan mereka adalah telur yang tersimpan dan terjaga dengan baik dari tangan-tangan yang hendak menyentuh.
فَاَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلٰى بَعْضٍ يَّتَسَاۤءَلُوْنَ
Lalu mereka berhadap-hadapan satu sama lain sambil bercakap-cakap.
Para penghuni surga itu bertelekan di atas dipan, lalu mereka berhadap-hadapan satu sama lain sambil bercakap-cakap dan menceritakan keadaan mereka di dunia.
قَالَ قَاۤىِٕلٌ مِّنْهُمْ اِنِّيْ كَانَ لِيْ قَرِيْنٌۙ
Berkatalah salah seorang di antara mereka, “Sesungguhnya aku dahulu (di dunia) pernah mempunyai seorang teman,
Berkatalah salah seorang di antara mereka, “Sesungguhnya aku di dunia dahulu pernah mempunyai seorang teman dekat,
يَّقُوْلُ اَىِٕنَّكَ لَمِنَ الْمُصَدِّقِيْنَ
yang berkata, “Apakah sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang membenarkan (hari berbangkit)?
yang berkata kepadaku dengan penuh keingkaran, “Apakah sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang membenarkan adanya hari kebangkitan pada hari Kiamat nanti?
ءَاِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَّعِظَامًا ءَاِنَّا لَمَدِيْنُوْنَ
Apabila kita telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kita benar-benar (akan dibangkitkan) untuk diberi pembalasan?”
Apabila kita telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kita benar-benar akan dibangkitkan dari kubur untuk diberi pembalasan atas perbuatan kita?”
قَالَ هَلْ اَنْتُمْ مُّطَّلِعُوْنَ
Dia berkata, “Maukah kamu meninjau (temanku itu)?”
Demikianlah cerita salah sorang penghuni surga kepada kawan-kawannya. Dia pun berkata, “Maukah kamu pergi bersamaku untuk meninjau temanku yang dulu mengingkari hari kebangkitan itu?”
فَاطَّلَعَ فَرَاٰهُ فِيْ سَوَاۤءِ الْجَحِيْمِ
Maka dia meninjaunya, lalu dia melihat (teman)nya itu di tengah-tengah neraka yang menyala-nyala.
Maka dia bersama temannya meninjaunya, lalu dia melihat teman-nya itu tersiksa di tengah-tengah neraka yang menyala-nyala.
قَالَ تَاللّٰهِ اِنْ كِدْتَّ لَتُرْدِيْنِ ۙ
Dia berkata, “Demi Allah, engkau hampir saja mencelakakanku,
Dia pun berkata kepada temannya yang diazab itu, “Demi Allah, engkau hampir saja mencelakakanku dengan bujuk rayumu,
وَلَوْلَا نِعْمَةُ رَبِّيْ لَكُنْتُ مِنَ الْمُحْضَرِيْنَ
dan sekiranya bukan karena nikmat Tuhanku pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret (ke neraka).”
dan sekiranya bukan karena rahmat dan nikmat Tuhanku, yakni iman dan hidayah dari-Nya, pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret ke neraka bersamamu.
اَفَمَا نَحْنُ بِمَيِّتِيْنَۙ
Maka apakah kita tidak akan mati?
Maka apakah kita tidak akan mati di surga ini dan tinggal selamanya dengan penuh kenikmatan?
اِلَّا مَوْتَتَنَا الْاُوْلٰى وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِيْنَ
Kecuali kematian kita yang pertama saja (di dunia), dan kita tidak akan diazab (di akhirat ini)?”
Kematian yang kita rasakan hanyalah kematian yang pertama saja di dunia, dan kita tidak akan diazab di akhirat ini setelah masuk surga?”
اِنَّ هٰذَا لَهُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ
Sungguh, ini benar-benar kemenangan yang agung.
Sungguh kenikmatan surga ini benar-benar kemenangan yang agung, keberuntungan yang besar, dan kebahagiaan abadi.