حٰمۤ ۚ
Ha Mim
Tafsir ringkas
Hà Mìm
حٰمۤ ۚ
Ha Mim
Hà Mìm
وَالْكِتٰبِ الْمُبِيْنِۙ
Demi Kitab (Al-Qur'an) yang jelas,
Allah bersumpah dalam ayat ini dengan kitab suci Al-Qur\'an mengatakan, “Demi Kitab, yaitu Al-Qur’an yang menjelaskan petunjuk-petunjuk Allah untuk manusia agar senantiasa berada pada jalan yang benar.
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةٍ مُّبٰرَكَةٍ اِنَّا كُنَّا مُنْذِرِيْنَ
sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. ) Sungguh, Kamilah yang memberi peringatan.
Sesungguhnya Kami menurunkannya pertama kali dari Lauhul-Mahfùz ke langit dunia sekaligus pada malam yang di berkahi. Sungguh, Kamilah yang memberi peringatan.
فِيْهَا يُفْرَقُ كُلُّ اَمْرٍ حَكِيْمٍۙ
Pada (malam itu) dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah,
Pada malam itu dijelaskan oleh Allah segala urusan yang penuh hikmah, yaitu segala perkara yang berhubungan dengan kehidupan makhluk di bumi, seperti hidup, mati, rezeki, nasib baik, nasib buruk, dan sebagainya,
اَمْرًا مِّنْ عِنْدِنَاۗ اِنَّا كُنَّا مُرْسِلِيْنَۖ
(yaitu) urusan dari sisi Kami. Sungguh, Kamilah yang mengutus rasul-rasul,
yaitu urusan yang datang dari sisi Kami. Sungguh, Kamilah yang mengutus rasul-rasul kepada umat-umat terdahulu dan termasuk engkau, ya Muhammad, yang diutus kepada kaummu,
رَحْمَةً مِّنْ رَّبِّكَ ۗاِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُۗ
sebagai rahmat dari Tuhanmu. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui,
Sebagai Rahmat yang dilimpahkan kepada mereka dari Tuhanmu, wahai Nabi Muhammad. Sungguh, Dia Maha Mendengar semua yang mereka katakan, dan Maha Mengetahui semua yang mereka lakukan.
رَبِّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَاۘ اِنْ كُنْتُمْ مُّوْقِنِيْنَ
Tuhan (yang memelihara) langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; jika kamu orang-orang yang meyakini.
Tuhan, Pencipta, Pemelihara, dan Pengatur semua langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, baik yang tampak bagi kamu maupun yang tidak tampak; jika kamu orang-orang yang meyakini kebesaran dan kemahakuasaan-Nya.
لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ يُحْيٖ وَيُمِيْتُ ۗرَبُّكُمْ وَرَبُّ اٰبَاۤىِٕكُمُ الْاَوَّلِيْنَ
Tidak ada tuhan selain Dia, Dia yang menghidupkan dan mematikan. (Dialah) Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu dahulu.
Tidak ada tuhan yang patut dan wajib disembah selain Dia, Dia yang senantiasa menghidupkan dan mematikan. Dialah Tuhan Pemelihara kamu, dan Tuhan Pemelihara nenek moyangmu dahulu.
بَلْ هُمْ فِيْ شَكٍّ يَّلْعَبُوْنَ
Tetapi mereka dalam keraguan, mereka bermain-main.
Tetapi mereka senantiasa dalam keraguan, mereka bermain-main terhadap tanda-tanda ke kuasaan Allah yang telah di tunjukkan kepada mereka.
فَارْتَقِبْ يَوْمَ تَأْتِى السَّمَاۤءُ بِدُخَانٍ مُّبِيْنٍ
Maka tunggulah pada hari ketika langit membawa kabut yang tampak jelas,
Maka oleh sebab itu, tunggulah wahai Nabi Muhammad, atau siapa pun, hari ketika langit membawa kabut, yaitu debu yang beterbangan dari tanah akibat kekeringan yang berkepanjangan yang tampak jelas bagi mereka,
يَغْشَى النَّاسَۗ هٰذَا عَذَابٌ اَلِيْمٌ
yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih.
yang meliputi manusia sehingga mereka tidak dapat melihat apa pun di sekitar mereka dan melindungi diri mereka. Inilah azab yang pedih bagi orang-orang yang melakukan perbuatan dosa.
رَبَّنَا اكْشِفْ عَنَّا الْعَذَابَ اِنَّا مُؤْمِنُوْنَ
(Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, lenyapkanlah azab itu dari kami. Sungguh, kami akan beriman.”
Ketika azab kabut itu turun kepada mereka, mereka berdoa, "Ya Tuhan kami, Pencipta dan Pemelihara kami, lenyapkanlah azab yang Engkau turunkan itu dari kami. Sungguh, kami akan beriman secara mantap jika Engkau melepaskan dari kami azab ini.
اَنّٰى لَهُمُ الذِّكْرٰى وَقَدْ جَاۤءَهُمْ رَسُوْلٌ مُّبِيْنٌۙ
Bagaimana mereka dapat menerima peringatan, padahal (sebelumnya pun) seorang Rasul telah datang memberi penjelasan kepada mereka,
Bagaimana mereka dapat menerima peringatan yang telah Kami berikan kepada mereka dengan ke hadiran azab itu, padahal sebelumnya pun seorang rasul yang agung, yaitu Nabi Muhammad, telah datang memberi penjelasan kepada mereka, tetapi mereka tetap membangkang dan ingkar.
ثُمَّ تَوَلَّوْا عَنْهُ وَقَالُوْا مُعَلَّمٌ مَّجْنُوْنٌۘ
kemudian mereka berpaling darinya dan berkata, “Dia itu orang yang menerima ajaran (dari orang lain) dan orang gila.”
Kemudian karena ke ingkaran dan ke kafiran mereka terhadap rasul itu, mereka berpaling darinya dengan mengingkari kerasulannya dan bukti-bukti yang disampaikannya dan berkata dengan nada mengejek dan mencela, "Dia, Rasul Muhammad yang di utus, itu orang yang menerima ajaran dari orang lain, bukan dari Allah," dan di saat lain mereka mengatakan bahwa dia adalah orang gila.
اِنَّا كَاشِفُوا الْعَذَابِ قَلِيْلًا اِنَّكُمْ عَاۤىِٕدُوْنَۘ
Sungguh (kalau) Kami melenyapkan azab itu sedikit saja, tentu kamu akan kembali (ingkar).
Permohonan mereka untuk di lepaskan dari azab itu tidak di kabulkan. Lalu Allah membalasnya dengan mengatakan, “Sesungguhnya, kalau Kami melenyapkan azab yang di turunkan itu sedikit saja dari kamu, tentu kamu akan kembali ingkar, tidak akan pernah mau beriman.
يَوْمَ نَبْطِشُ الْبَطْشَةَ الْكُبْرٰىۚ اِنَّا مُنْتَقِمُوْنَ
(Ingatlah) pada hari (ketika) Kami menghantam mereka dengan keras. Kami pasti memberi balasan.
Ingatlah pada hari ketika terjadi peperangan Badr, Kami menghantam mereka dengan hantaman yang keras dan sehebat-hebatnya sehingga mereka mengalami kekalahan yang besar dan banyak pemimpin-pemimpin mereka yang tewas. Kami adalah pemberi balasan terhadap mereka yang durhaka dan berdosa.”
۞ وَلَقَدْ فَتَنَّا قَبْلَهُمْ قَوْمَ فِرْعَوْنَ وَجَاۤءَهُمْ رَسُوْلٌ كَرِيْمٌۙ
Dan sungguh, sebelum mereka Kami benar-benar telah menguji kaum Fir’aun dan telah datang kepada mereka seorang Rasul yang mulia,
Dan sesungguhnya, sebelum mereka, yakni kaum musyrik Mekah, Kami benar-benar telah menguji kaum Fir‘aun bersama dengan Fir’aun dengan berbagai nikmat dan ke senangan hidup dan telah datang kepada mereka seorang rasul yang mulia akhlaknya, yaitu Nabi Musa.
اَنْ اَدُّوْٓا اِلَيَّ عِبَادَ اللّٰهِ ۗاِنِّيْ لَكُمْ رَسُوْلٌ اَمِيْنٌۙ
(dengan berkata), “Serahkanlah kepadaku hamba-hamba Allah (Bani Israil). Sesungguhnya aku adalah utusan (Allah) yang dapat kamu percaya,
Rasul yang Kami utus itu berkata kepada mereka dengan lembut, “Serahkanlah kepadaku dengan penuh kerelaan hamba-hamba Allah, yaitu Bani Israil, kaumku dan keluargaku, dengan membebaskan mereka dari perbudakan dan siksaanmu. Sesungguhnya aku adalah utusan Allah, Tuhan seluruh alam yang dapat di percaya oleh-Nya untuk menyampaikan apa yang seharusnya aku sampaikan kepadamu.
وَّاَنْ لَّا تَعْلُوْا عَلَى اللّٰهِ ۚاِنِّيْٓ اٰتِيْكُمْ بِسُلْطٰنٍ مُّبِيْنٍۚ
dan janganlah kamu menyombongkan diri terhadap Allah. Sungguh, aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata.
dan janganlah kamu menyombongkan diri terhadap Allah dengan menolak aku sebagai rasul yang di utus-Nya kepadamu dan mengabaikan apa yang di perintahkan-Nya. Sungguh, aku datang dan di utus oleh-Nya kepadamu dengan membawa bukti, berupa mukjizat yang nyata tentang kerasulanku.”
وَاِنِّيْ عُذْتُ بِرَبِّيْ وَرَبِّكُمْ اَنْ تَرْجُمُوْنِۚ
Dan sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu, dari ancamanmu untuk merajamku,
Lalu mereka mendustakannya dan berkeinginan untuk membunuhnya. Akan tetapi, Musa tetap menyeru mereka, “Dan se sungguhnya aku, sebagai rasul utusan-Nya berlindung kepada Tuhanku yang mengutus dan memeliharaku dan Tuhanmu yang telah menciptakan, memelihara, dan menjagamu, dari ancamanmu untuk merajamku, yakni melukaiku dengan batu atau membunuhku dengan melempariku dengan batu.