Surah at-Tùr diakhiri dengan perintah untuk bertasbih dan memuji Allah setiap saat, terutama pagi. Pada Surah an-Najm ini Allah memulai dengan bersumpah demi bintang. Demi bintang yang bertebaran di angkasa ketika hendak terbenam akibat terbitnya matahari di ufuk timur dengan sinarnya yang kuat.
2
مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوٰىۚ
kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak (pula) keliru,
Tafsir ringkas
Sesungguhnya kawanmu yang sangat kamu kenal kejujurannya, yaitu Nabi Muhammad, tidak sesat dalam perilakunya saat menyampaikan dakwah dan tidak pula keliru dalam ucapan-ucapan yang disampaikannya.
3
وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوٰى
dan tidaklah yang diucapkannya itu (Al-Qur'an) menurut keinginannya.
Tafsir ringkas
Apa saja yang dilakukan oleh Nabi Muhammad merupakan perintah Tuhannya, dan tidaklah pula yang diucapkannya itu, yaitu ayat-ayat Al-Qur’an, merupakan perkataan kosong dan menurut keinginannya saja.
4
اِنْ هُوَ اِلَّا وَحْيٌ يُّوْحٰىۙ
Tidak lain (Al-Qur'an itu) adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya),
Tafsir ringkas
Al-Qur’an yang disampaikannya tidak lain adalah wahyu Allah yang diwahyukan kepadanya.
5
عَلَّمَهٗ شَدِيْدُ الْقُوٰىۙ
yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat,
Tafsir ringkas
Wahyu yang diterimanya diajarkan kepadanya oleh Jibril, malaikat yang sangat kuat,
6
ذُوْ مِرَّةٍۗ فَاسْتَوٰىۙ
yang mempunyai keteguhan; maka (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli (rupa yang bagus dan perkasa)
Tafsir ringkas
yang mempunyai keteguhan sangat hebat; maka ia menampakkan diri kepada Nabi Muhammad dengan rupa yang asli, yakni bagus dan perkasa.i.
7
وَهُوَ بِالْاُفُقِ الْاَعْلٰىۗ
Sedang dia berada di ufuk yang tinggi.
Tafsir ringkas
Sedang dia, yaitu Jibril, pada saat itu berada di ufuk langit yang tinggi.
8
ثُمَّ دَنَا فَتَدَلّٰىۙ
Kemudian dia mendekat (pada Muhammad), lalu bertambah dekat,
Tafsir ringkas
Kemudian dia mendekat ke arah Nabi Muhammad, lalu turun sehingga bertambah dekat lagi.
9
فَكَانَ قَابَ قَوْسَيْنِ اَوْ اَدْنٰىۚ
sehingga jaraknya (sekitar) dua busur panah atau lebih dekat (lagi).
Tafsir ringkas
Jibril semakin mendekat sehingga jaraknya dari Nabi Muhammad sekitar dua busur panah atau bahkan lebih dekat lagi.
10
فَاَوْحٰىٓ اِلٰى عَبْدِهٖ مَآ اَوْحٰىۗ
Lalu disampaikannya wahyu kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah diwahyukan Allah.
Tafsir ringkas
Lalu disampaikan oleh-nya wahyu secara cepat dan rahasia kepada hamba-Nya, yaitu Nabi Muhammad, apa yang telah diwahyukan oleh Allah.
11
مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَاٰى
Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.
Tafsir ringkas
Hatinya, yaitu hati Nabi Muhammad, meyakini dan tidak mendusta-kan atau mengingkari apa yang telah dilihatnya dengan mata kepalanya sendiri.
12
اَفَتُمٰرُوْنَهٗ عَلٰى مَا يَرٰى
Maka apakah kamu (musyrikin Mekah) hendak membantahnya tentang apa yang dilihatnya itu?
Tafsir ringkas
Maka, wahai kaum musyrik, apakah kamu dan orang yang meragukannya hendak membantahnya tentang apa, yaitu Jibril, yang telah dilihatnya itu?
13
وَلَقَدْ رَاٰهُ نَزْلَةً اُخْرٰىۙ
Dan sungguh, dia (Muhammad) telah melihatnya (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain,
Tafsir ringkas
Dan sungguh, dia, yaitu Nabi Muhammad, telah melihatnya, yakni Jibril, dalam rupanya yang asli pada waktu yang lain,
14
عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهٰى
(yaitu) di Sidratul Muntaha,
Tafsir ringkas
yaitu di Sidratul Muntahà saat mikraj.
15
عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوٰىۗ
di dekatnya ada surga tempat tinggal,
Tafsir ringkas
Di dekatnya, yakni dekat Sidratul Muntahà, ada surga yang menjadi tempat tinggal.
16
اِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشٰىۙ
(Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya,
Tafsir ringkas
Nabi Muhammad melihat Jibril ketika Sidratul Muntahà diliputi oleh sesuatu yang indah yang meliputinya dan memperlihatkan keagungan Tuhan.
17
مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغٰى
penglihatannya (Muhammad) tidak menyimpang dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya.
Tafsir ringkas
Karena keindahan yang dilihat oleh Nabi Muhammad itu, penglihatannya tidak menyimpang dari yang dilihatnya itu dan tidak pula melampauinya.
18
لَقَدْ رَاٰى مِنْ اٰيٰتِ رَبِّهِ الْكُبْرٰى
Sungguh, dia telah melihat sebagian tanda-tanda (kebesaran) Tuhannya yang paling besar.
Tafsir ringkas
Sungguh, pada saat itu dia, yakni Nabi Muhammad, telah melihat sebagian tanda-tanda keagungan dan kemuliaan Tuhannya yang paling besar.
19
اَفَرَءَيْتُمُ اللّٰتَ وَالْعُزّٰى
Maka apakah patut kamu (orang-orang musyrik) menganggap (berhala) Al-Lata dan Al-‘Uzza,
Tafsir ringkas
Bila ayat-ayat yang lalu menjelaskan keteguhan sikap Nabi Muhammad dan kelurusan jalan yang ditempuhnya, maka pada ayat-ayat ini Allah menerangkan kecaman terhadap orang kafir yang tetap me-nyembah berhala. Wahai orang musyrik, maka apakah patut kamu menganggap Al-Làta dan Al-‘Uzzà,
20
وَمَنٰوةَ الثَّالِثَةَ الْاُخْرٰى
dan Manat, yang ketiga (yang) kemudian (sebagai anak perempuan Allah).
Tafsir ringkas
dan Manàt, yang merupakan berhala ketiga yang kemudian kamu anggap sebagai anak perempuan Allah?