ثُمَّ يُجْزٰىهُ الْجَزَاۤءَ الْاَوْفٰىۙ
kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna,
Tafsir ringkas
Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna.
ثُمَّ يُجْزٰىهُ الْجَزَاۤءَ الْاَوْفٰىۙ
kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna,
Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna.
وَاَنَّ اِلٰى رَبِّكَ الْمُنْتَهٰىۙ
dan sesungguhnya kepada Tuhanmulah kesudahannya (segala sesuatu),
Amal yang baik akan mendapat balasan yang berlipat ganda, dan amal yang buruk akan dibalas sesuai kadar keburukannya. Dan selain itu, disebutkan pula dalam lembaran-lembaran kitab suci itu bahwa sesungguhnya hanya kepada Tuhanmu permulaan dan kesudahan segala sesuatu.
وَاَنَّهٗ هُوَ اَضْحَكَ وَاَبْكٰى
dan sesungguhnya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis,
Dan selain itu, diterangkan pula dalam lembaran-lembaran kitab suci itu bahwa sesungguhnya Dialah Yang Mahakuasa yang telah menjadikan orang tertawa dan menangis serta menciptakan faktor-faktor yang menyebabkannya,
وَاَنَّهٗ هُوَ اَمَاتَ وَاَحْيَاۙ
dan sesungguhnya Dialah yang mematikan dan menghidupkan,
dan sesungguhnya Dia pula yang mematikan dan menghidupkan ciptaan-Nya.
وَاَنَّهٗ خَلَقَ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْاُنْثٰى
dan sesungguhnya Dialah yang men-ciptakan pasangan laki-laki dan perempuan,
Dan disebutkan pula dalam suhuf Nabi Ibrahim dan Musa bahwa sesungguhnya Dialah yang menciptakan pasangan laki-laki dan perempuan, jantan dan betina,
مِنْ نُّطْفَةٍ اِذَا تُمْنٰىۙ
dari mani, apabila dipancarkan,
dari mani apabila dipancarkan, yang selanjutnya pencipaan itu melalui proses yang telah ditetapkan.
وَاَنَّ عَلَيْهِ النَّشْاَةَ الْاُخْرٰىۙ
dan sesungguhnya Dialah yang menetapkan penciptaan yang lain (kebangkitan setelah mati),
Dan dalam kedua suhuf itu juga diterangkan bahwa sesungguhnya Dialah yang menetapkan penciptaan yang lain,
وَاَنَّهٗ هُوَ اَغْنٰى وَاَقْنٰىۙ
dan sesungguhnya Dialah yang memberikan kekayaan dan kecukupan.
dan disebutkan pula bahwa sesungguhnya Dialah yang memberikan kepada semua makhluk kekayaan serta kepuasan hati dari kegiatan yang diusahakan dan memberikan kecukupan atas apa yang disimpan.
وَاَنَّهٗ هُوَ رَبُّ الشِّعْرٰىۙ
dan sesungguhnya Dialah Tuhan (yang memiliki) bintang Syi‘ra,
Dan selain itu, dalam kedua suhuf itu juga disebutkan bahwa sesungguhnya Dialah Tuhan yang menciptakan, memiliki, dan mengendalikan bintang Syi‘ra, bintang sembahan orang Arab pada masa Jahiliah.
وَاَنَّهٗٓ اَهْلَكَ عَادًا ۨالْاُوْلٰىۙ
dan sesungguhnya Dialah yang telah membinasakan kaum ‘Ad dahulu kala,
Setelah menjelaskan ajaran dan tuntunan Allah dalam suhuf Nabi Ibrahim dan Musa, pada ayat ini Allah menyebut azab yang telah ditimpakan-Nya kepada umat-umat masa lalu. Dan diterangkan bahwa sesungguhnya Dialah yang telah membinasakan umat Nabi Hud, yakni kaum ‘Ad pada zaman dahulu kala,
وَثَمُوْدَا۟ فَمَآ اَبْقٰىۙ
dan kaum Samud, tidak seorang pun yang ditinggalkan-Nya (hidup),
dan Allah pula yang telah membinasakan kaum Samud, umat Nabi Saleh. Karena kafir, mereka semua dibinasakan dan tidak seorang pun yang ditinggalkan-Nya dalam keadaan hidup.
وَقَوْمَ نُوْحٍ مِّنْ قَبْلُۗ اِنَّهُمْ كَانُوْا هُمْ اَظْلَمَ وَاَطْغٰىۗ
dan (juga) kaum Nuh sebelum itu. Sungguh, mereka adalah orang-orang yang paling zalim dan paling durhaka.
dan karena keingkarannya pula kaum Nabi Nuh dibinasakan sebelum itu. Sungguh, mereka adalah orang-orang yang paling zalim dan paling durhaka dibanding kedua umat sebelumnya, ‘Ad dan Samud.
وَالْمُؤْتَفِكَةَ اَهْوٰىۙ
Dan prahara angin telah meruntuhkan (negeri kaum Lut),
Itulah kisah umat yang durhaka kepada nabinya, dan selain mereka hukuman Allah yang berupa prahara angin telah meruntuhkan negeri kaum Nabi Lut yang ingkar dan menolak ajarannya,
فَغَشّٰىهَا مَا غَشّٰىۚ
lalu menimbuni negeri itu (sebagai azab) dengan (puing-puing) yang menimpanya.
lalu dengan angin tersebut Allah menimbuni negeri itu dengan puing-puing dan bebatuan yang menimpanya.
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكَ تَتَمَارٰى
Maka terhadap nikmat Tuhanmu yang manakah yang masih kamu ragukan?
Kehancuran umat-umat pengingkar pada masa lalu merupakan peringatan dari Allah untuk generasi sekarang dan mendatang. Merupakan salah satu bentuk nikmat-Nya bagaimana umat pada masa kini dapat mengambil pelajaran dan lebih berhati-hati dalam kehidupannya. Wahai manusia, jika umat-umat itu mendapat hukuman karena keingkaran mereka, maka terhadap nikmat Tuhanmu yang manakah yang masih kamu ragukan sehingga kamu mengingkarinya?
هٰذَا نَذِيْرٌ مِّنَ النُّذُرِ الْاُوْلٰى
Ini (Muhammad) salah seorang pemberi peringatan di antara para pemberi peringatan yang telah terdahulu.
Wahai manusia, Nabi Muhammad ini adalah salah seorang pemberi peringatan yang diamanati untuk mengingatkan kamu dan ia termasuk di antara para pemberi peringatan yang telah terdahulu.
اَزِفَتِ الْاٰزِفةُ ۚ
Yang dekat (hari Kiamat) telah makin mendekat.
Di antara peringatan Nabi Muhammad adalah kepastian akan datangnya hari kiamat yang semakin hari semakin dekat. Sesuatu yang dekat, yaitu hari kiamat, kedatangannya telah makin mendekat
لَيْسَ لَهَا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ كَاشِفَةٌ ۗ
Tidak ada yang akan dapat mengungkapkan (terjadinya hari itu) selain Allah.
dan tidak ada seorang pun yang akan dapat mengungkapkan kapan hari itu tiba, selain Allah yang telah menetapkannya sejak zaman azali.
اَفَمِنْ هٰذَا الْحَدِيْثِ تَعْجَبُوْنَۙ
Maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini?
Wahai kaum kafir, bila kiamat memang akan datang, maka apakah kamu masih merasa heran terhadap pemberitaan ini, lalu menolak kebenarannya?
وَتَضْحَكُوْنَ وَلَا تَبْكُوْنَۙ
dan kamu tertawakan dan tidak menangis,
Dan tidak hanya menolaknya, kamu bahkan terus menertawakan berita ini dan tidak menangis sebagaimana orang yang sepenuhnya percaya dan takut karena merasa belum cukup bekal untuk menghadapi hari itu.