فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Tafsir ringkas
Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
وَمِنْ دُوْنِهِمَا جَنَّتٰنِۚ
Dan selain dari dua surga itu ada dua surga lagi.
Bila pada ayat yang lalu Allah menjelaskan keadaan surga, pada ayat ini Dia menerangkan suasana surga yang lain lagi. Dan selain dari dua surga yang telah dijelaskan itu masih ada dua surga lagi.
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۙ
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan,
Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
مُدْهَاۤمَّتٰنِۚ
kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya.
Kedua surga yang lain itu tampak hijau tua warnanya karena lebat-nya pepohonan.
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
فِيْهِمَا عَيْنٰنِ نَضَّاخَتٰنِۚ
Di dalam keduanya (surga itu) ada dua buah mata air yang memancar.
Di dalam keduanya ada dua buah mata air yang memancar dan mengeluarkan air yang jernih dan segar.
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
فِيْهِمَا فَاكِهَةٌ وَّنَخْلٌ وَّرُمَّانٌۚ
Di dalam kedua surga itu ada buah-buahan, kurma dan delima.
Di dalam kedua surga itu juga ada buah-buahan, kurma, dan delima yang lezat dan manis.
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
فِيْهِنَّ خَيْرٰتٌ حِسَانٌۚ
Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik dan jelita.
Di dalam surga-surga itu juga ada bidadari-bidadari yang baik-baik dan cantik jelita sebagai pasangan para penghuninya.
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
حُوْرٌ مَّقْصُوْرٰتٌ فِى الْخِيَامِۚ
Bidadari-bidadari yang dipelihara di dalam kemah-kemah.
Bidadari-bidadari yang terdapat dalam kedua surga itu dipelihara dan dijaga di dalam kemah-kemah.
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
لَمْ يَطْمِثْهُنَّ اِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَاۤنٌّۚ
Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia maupun oleh jin sebelumnya.
Para bidadari itu terjaga dengan baik. Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia maupun oleh jin sebelumnya.
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
مُتَّكِـِٕيْنَ عَلٰى رَفْرَفٍ خُضْرٍ وَّعَبْقَرِيٍّ حِسَانٍۚ
Mereka bersandar pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.
Mereka, para bidadari, bersandar pada bantal-bantal empuk yang berwarna hijau dan permadani-permadani yang indah.
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
تَبٰرَكَ اسْمُ رَبِّكَ ذِى الْجَلٰلِ وَالْاِكْرَامِ ࣖ
Mahasuci nama Tuhanmu Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.
Demikianlah nikmat-nikmat Tuhanmu, wahai manusia dan jin. Akhirnya, wahai Nabi Muhammad, Mahasuci nama Tuhanmu, pemilik keagungan dan kemuliaan.