Akhir surah sebelumnya, berbicara tentang dua kelompok yang saling bertolak belakang. satu dibinasakan dan satu diselamatkan. Di awal surah ini dijelaskan sifat siapa yang akan mendapat keselamatan dan siapa yang akan mendapat azab. Nùn. Demi pena yang biasa digunakan untuk menulis oleh malaikat atau oleh siapa pun, dan juga demi apa yang mereka tuliskan.
2
مَآ اَنْتَ بِنِعْمَةِ رَبِّكَ بِمَجْنُوْنٍ
dengan karunia Tuhanmu engkau (Muhammad) bukanlah orang gila.
Tafsir ringkas
Dengan karunia Tuhanmu yang berupa risalah dan nubuwah, engkau, wahai Nabi Muhammad sekali-kali bukanlah orang gila sebagaimana yang dituduhkan oleh kaum musyrik.
3
وَاِنَّ لَكَ لَاَجْرًا غَيْرَ مَمْنُوْنٍۚ
Dan sesungguhnya engkau pasti mendapat pahala yang besar yang tidak putus-putusnya.
Tafsir ringkas
Dan sesungguhnya berkat perjuangan dan kesabaranmu engkau pasti mendapat pahala yang besar yang tidak putus-putusnya.
4
وَاِنَّكَ لَعَلٰى خُلُقٍ عَظِيْمٍ
Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur.
Tafsir ringkas
Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur. Karena Tuhanmu yang mendidikmu dengan akhlak al-Qur’an.
5
فَسَتُبْصِرُ وَيُبْصِرُوْنَۙ
Maka kelak engkau akan melihat dan mereka (orang-orang kafir) pun akan melihat,
Tafsir ringkas
Maka kelak engkau wahai Nabi Muhammad akan melihat dan me-ngetahui, dan mereka yaitu orang-orang kafir itu pun akan melihat dan mengetahui ketika telah jelas kebenaran pada hari Kiamat,
6
بِاَيِّىكُمُ الْمَفْتُوْنُ
siapa di antara kamu yang gila?
Tafsir ringkas
siapa di antara kamu yang gila engkau atau mereka?
Sungguh, Tuhanmu, Dialah yang paling mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya; dan Dialah yang paling mengetahui siapa orang yang mendapat petunjuk.
Tafsir ringkas
Sungguh, Tuhan yang memelihara dan membimbing-mu, wahai Nabi Muhammad, Dialah yang paling mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya serta siapa yang gila. dan Dialah yang paling mengetahui siapa orang yang mendapat petunjuk serta mengamalkan dengan mantap dan istikamah petunjuk tersebut.
8
فَلَا تُطِعِ الْمُكَذِّبِيْنَ
Maka janganlah engkau patuhi orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah).
Tafsir ringkas
Karena sudah jelas siapa yang sesat dan siapa yang lurus, Maka janganlah engkau patuhi orang-orang kafir yang menuduhmu gila, yaitu orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah.
9
وَدُّوْا لَوْ تُدْهِنُ فَيُدْهِنُوْنَۚ
Mereka menginginkan agar engkau bersikap lunak maka mereka bersikap lunak (pula).
Tafsir ringkas
Mereka sangat menginginkan dengan keinginan yang kuat agar engkau bersikap lunak terhadap tuhan-tuhan mereka, maka dengan sikap lunakmu itu mereka akan bersikap lunak pula kepadamu.
10
وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ مَّهِيْنٍۙ
Dan janganlah engkau patuhi setiap orang yang suka bersumpah dan suka menghina,
Tafsir ringkas
Untuk mengukuhkan larangan tersebut, Allah menyifati me-reka dengan sifat-sifat buruk seperti yang dirinci dalam ayat ini. Dan janganlah engkau patuhi setiap orang yang suka bersumpah baik dalam kebenaran maupun kebatilan, dan berkepribadian buruk karena suka menghina, lagi suka mencela, yang kian ke mari menyebarkan fitnah untuk memecah belah anggota masyarakat,
11
هَمَّازٍ مَّشَّاۤءٍۢ بِنَمِيْمٍۙ
suka mencela, yang kian ke mari menyebarkan fitnah,
Tafsir ringkas
dan yang suka merintangi segala bentuk perbuatan yang baik dengan bersikap kikir, selain itu dia juga gemar bersikap melampaui batas dan banyak dosa baik terhadap Tuhan maupun terhadap sesama manusia,
12
مَّنَّاعٍ لِّلْخَيْرِ مُعْتَدٍ اَثِيْمٍۙ
yang merintangi segala yang baik, yang melampaui batas dan banyak dosa,
Tafsir ringkas
yang bertabiat kasar, selain itu juga yang lebih buruk lagi adalah ia terkenal dengan kejahatannya. Di antara tokoh yang dimaksud pada ayat ini adalah al-Walid bin al-Mugirah atau Abu Jahl bin Hisyam.
13
عُتُلٍّۢ بَعْدَ ذٰلِكَ زَنِيْمٍۙ
yang bertabiat kasar, selain itu juga terkenal kejahatannya,
Tafsir ringkas
10-13. Untuk mengukuhkan larangan tersebut, Allah menyifati me-reka dengan sifat-sifat buruk seperti yang dirinci dalam ayat ini. Dan janganlah engkau patuhi setiap orang yang suka bersumpah baik dalam kebenaran maupun kebatilan, dan berkepribadian buruk karena suka menghina, lagi suka mencela, yang kian ke mari menyebarkan fitnah untuk memecah belah anggota masyarakat, dan yang suka merintangi segala bentuk perbuatan yang baik dengan bersikap kikir, selain itu dia juga gemar bersikap melampaui batas dan banyak dosa baik terhadap Tuhan maupun terhadap sesama manusia, yang bertabiat kasar, selain itu juga yang lebih buruk lagi adalah ia terkenal dengan kejahatannya. Di antara tokoh yang dimaksud pada ayat ini adalah al-Walid bin al-Mugirah atau Abu Jahl bin Hisyam.14-16. Di antara faktor yang menyebabkan orang tersebut berperangai buruk adalah karena dia merasa diri sebagai pemilik harta yang banyak, kaya dan juga memiliki banyak anak. Namun dia mengingkari ajaran Allah, maka apabila ayat-ayat Kami dibacakan kepadanya, dia berkata, “lni adalah dongeng-dongeng orang dahulu.” Sungguh buruk sifat orang ini! Kelak dia akan Kami beri tanda pada belalai yaitu hidung-nya, diberikan tanda tersebut sebagai bentuk penghinaan kepadanya.
14
اَنْ كَانَ ذَا مَالٍ وَّبَنِيْنَۗ
karena dia kaya dan banyak anak.
Tafsir ringkas
Di antara faktor yang menyebabkan orang tersebut berperangai buruk adalah karena dia merasa diri sebagai pemilik harta yang banyak, kaya dan juga memiliki banyak anak.
Apabila ayat-ayat Kami dibacakan kepadanya, dia berkata, “(Ini adalah) dongeng-dongeng orang dahulu.”
Tafsir ringkas
Namun dia mengingkari ajaran Allah, maka apabila ayat-ayat Kami dibacakan kepadanya, dia berkata, “lni adalah dongeng-dongeng orang dahulu.”
16
سَنَسِمُهٗ عَلَى الْخُرْطُوْمِ
Kelak dia akan Kami beri tanda pada belalai(nya).
Tafsir ringkas
Sungguh buruk sifat orang ini! Kelak dia akan Kami beri tanda pada belalai yaitu hidung-nya, diberikan tanda tersebut sebagai bentuk penghinaan kepadanya.
Sungguh, Kami telah menguji mereka (orang musyrik Mekah) sebagaimana Kami telah menguji pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah pasti akan memetik (hasil)nya pada pagi hari,
Tafsir ringkas
Apa yang dialami oleh para pengingkar ayat-ayat Allah yaitu kaum musyrik Mekah itu memiliki kesamaan dengan kisah sekelompok pemilik kebun yang juga angkuh lagi kikir. Sungguh, Kami telah menguji mereka, yaitu orang musyrik Mekah, sebagaimana Kami telah menguji pemilik-pemilik kebun, ketika dua dari tiga di antara mereka itu bersumpah pasti akan memetik hasilnya pada pagi hari, agar fakir miskin tidak melihatnya,
18
وَلَا يَسْتَثْنُوْنَ
tetapi mereka tidak menyisihkan (dengan mengucapkan, “Insya Allah”).
Tafsir ringkas
tetapi mereka tidak menyisihkan dengan mengucapkan, “lnsya Allah”.
Lalu kebun itu ditimpa bencana (yang datang) dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur.
Tafsir ringkas
Lalu akibat perbuatannya tersebut, kebun itu ditimpa bencana yang besar dan buruk yang datang dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur lelap.
20
فَاَصْبَحَتْ كَالصَّرِيْمِۙ
Maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita,
Tafsir ringkas
Maka jadilah kebun itu hitam karena terbakar hangus, seperti malam yang gelap gulita, atau pohon itu telah menjadi gundul setelah dipetik semua buahnya.