هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ الْغَاشِيَةِۗ
Sudahkah sampai kepadamu berita tentang (hari Kiamat)?
Tafsir ringkas
Hari kiamat adalah rahasia besar. Wahai Nabi, sudahkah sampai kepadamu berita tentang hari kiamat yang penuh kengerian itu?
هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ الْغَاشِيَةِۗ
Sudahkah sampai kepadamu berita tentang (hari Kiamat)?
Hari kiamat adalah rahasia besar. Wahai Nabi, sudahkah sampai kepadamu berita tentang hari kiamat yang penuh kengerian itu?
وُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ خَاشِعَةٌ ۙ
Pada hari itu banyak wajah yang tertunduk terhina,
Pada hari kiamat manusia terbagi menjadi dua, kelompok yang celaka dan kelompok yang berbahagia. Pada hari itu banyak wajah yang tertunduk hina. Mereka saat itu menyadari perilaku buruk mereka. Hati mereka terguncang dan sangat risau akan nasib mereka.
عَامِلَةٌ نَّاصِبَةٌ ۙ
(karena) bekerja keras lagi kepayahan,
Raut wajah mereka kusut seperti orang yang telah bekerja keras lagi kepayahan karena beban berat yang menimpa mereka.
تَصْلٰى نَارًا حَامِيَةً ۙ
mereka memasuki api yang sangat panas (neraka),
Wajah-wajah dan tubuh-tubuh mereka akan memasuki api neraka yang sangat panas. Kadar panasnya tidak tergambarkan, jauh melebihi panas api dunia.
تُسْقٰى مِنْ عَيْنٍ اٰنِيَةٍ ۗ
diberi minum dari sumber mata air yang sangat panas.
Panas api neraka membuat mereka haus. Saat itulah mereka diberi minum dengan air dari sumber mata air yang sangat panas, membuat kerongkongan dan organ pencernaan mereka lebur.
لَيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ اِلَّا مِنْ ضَرِيْعٍۙ
Tidak ada makanan bagi mereka selain dari pohon yang berduri,
Tidak ada makanan bagi mereka selain dari pohon yang berduri, yang rasanya pahit, panas, menjijikkan, dan berbau tidak sedap. Para penghuni neraka itu memakannya, di samping memakan pohon Zaqqùm (Lihat: ad-Dukhàn/44: 43) dan “Gislìn” (Lihat: al-Ma‘àrij/70: 36).
لَّا يُسْمِنُ وَلَا يُغْنِيْ مِنْ جُوْعٍۗ
yang tidak menggemukkan dan tidak menghilangkan lapar.
Itulah makanan yang sama sekali tidak memberi manfaat bagi pemakannya. Makanan itu tidak menggemukkan badan dan tidak pula menghilangkan rasa lapar.
وُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ نَّاعِمَةٌ ۙ
Pada hari itu banyak (pula) wajah yang berseri-seri,
Di sisi lain, para penghuni surga mendapat kebahagiaan yang tiada tara. Pada hari itu banyak pula wajah yang berseri-seri penuh kebahagiaan.
لِّسَعْيِهَا رَاضِيَةٌ ۙ
merasa senang karena usahanya (sendiri),
Mereka merasa senang dan puas karena usahanya sendiri di dunia. Mereka beriman, beramal saleh, dan bermanfaat bagi orang lain. Hidup mereka penuh nilai ibadah. Usaha mereka ini tidak akan sia-sia.
فِيْ جَنَّةٍ عَالِيَةٍۙ
(mereka) dalam surga yang tinggi,
Allah akan memasukkan mereka ke dalam surga yang tinggi, istana yang sangat indah, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dengan jenis air yang bermacam-macam.
لَّا تَسْمَعُ فِيْهَا لَاغِيَةً ۗ
di sana (kamu) tidak mendengar perkataan yang tidak berguna.
Di surga sana kamu tidak mendengar perkataan yang tidak berguna. Tidak ada perkataan kotor, umpatan, ungkapan kemarahan, dan semisalnya. Di sana mereka hanya mendengar hal-hal yang menyenangkan.
فِيْهَا عَيْنٌ جَارِيَةٌ ۘ
Di sana ada mata air yang mengalir.
Di surga sana ada mata air yang mengalir dengan deras, jernih, dan menyejukkan.
فِيْهَا سُرُرٌ مَّرْفُوْعَةٌ ۙ
Di sana ada dipan-dipan yang ditinggikan,
Di surga sana ada dipan-dipan yang ditinggikan, baik posisinya maupun derajatnya, sebagai tempat mereka duduk dan berbaring.
وَّاَكْوَابٌ مَّوْضُوْعَةٌ ۙ
dan gelas-gelas yang tersedia (di dekatnya),
Dan di sana ada pula gelas-gelas berisi bermacam minuman yang tersedia di dekat mereka. Mereka tidak perlu beringsut untuk mengambilnya.
وَّنَمَارِقُ مَصْفُوْفَةٌ ۙ
dan bantal-bantal sandaran yang tersusun,
Dan di sana tersedia pula bantal-bantal sandaran yang tersusun. Mereka duduk bersandar pada bantal itu, menikmati suasana bahagia di surga.
وَّزَرَابِيُّ مَبْثُوْثَةٌ ۗ
dan permadani-permadani yang terhampar.
Dan di sana ada pula permadani-permadani yang terhampar, indah, dan berwarna-warni. Demikianlah ganjaran yang Allah berikan kepada mereka atas amal saleh mereka di dunia. Inilah bukti kemurahan dan kasih sayang Allah kepada hamba yang beriman dan bertakwa.
اَفَلَا يَنْظُرُوْنَ اِلَى الْاِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْۗ
Maka tidakkah mereka memperhatikan unta, bagaimana diciptakan?
Allah memperlihatkan begitu banyak tanda kekuasaan-Nya di hadapan manusia. Maka, tidakkah mereka memperhatikan unta, bagaimana diciptakan? Unta diciptakan oleh Allah dengan bentuk tubuh dan anggota badan yang sesuai dengan lingkungan hidupnya di padang pasir. Air susunya dan dagingnya menjadi bahan makanan yang lezat, sedangkan kulitnya dapat dijadikan kemah dan sebagainya (Lihat pula: an-Nahl/16: 7, 81; Gàfir/40: 79–80).
وَاِلَى السَّمَاۤءِ كَيْفَ رُفِعَتْۗ
dan langit, bagaimana ditinggikan?
Dan tidakkah pula mereka memperhatikan langit, bagaimana ditinggikan? Allah menjadikan langit sebagai atap bumi yang kukuh meski tanpa penopang. Di sana matahari, bulan, planet, dan berbagai benda langit beredar. Allah menghiasinya dengan bintang yang dapat menjadi petunjuk arah bagi para musafir. Dari langit itu pula turun hujan yang sangat bermanfaat bagi kehidupan di bumi.
وَاِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْۗ
Dan gunung-gunung bagaimana ditegakkan?
Dan tidakkah mereka memperhatikan gunung-gunung, bagaimana ditegakkan? Gunung, dengan akarnya yang menancap kukuh dan kuat di dalam perut bumi, berfungsi sebagai pasak yang menahan bumi agar tidak bergoncang dan dengan demikian bisa menjadi tempat tinggal yang nyaman (Lihat pula: an-Nahl/16: 15, 82).
وَاِلَى الْاَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْۗ
Dan bumi bagaimana dihamparkan?
Dan tidakkah mereka memperhatikan bumi, bagaimana dihamparkan? Di bumi itu manusia tinggal, beraktivitas, bercocok tanam, dan sebagainya. Di bumi Allah menciptakan beraneka flora, fauna, sungai, sumber air, dan lain sebagainya untuk kepentingan makhluk hidup.