Dan tidak ada sesuatu pun, melainkan pada sisi Kamilah khazanahnya; Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran tertentu.
Tafsir ringkas
Dan tidak ada sesuatu pun dari makhluk ciptaan Allah di langit dan bumi melainkan pada sisi Kamilah khazanahnya. Kami yang menguasai, mengatur, dan membagi rezekinya sesuai kehendak dan ketentuan Kami. Kami tidak menurunkannya kepada mereka melainkan dengan ukuran tertentu, yakni sesuai kondisi, kebutuhan, dan keadaan mereka masing-masing.
Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan (air) itu, dan bukanlah kamu yang menyimpannya.
Tafsir ringkas
Dan hal lain yang membuktikan kekuasaan Kami adalah bahwa Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan butir-butir awan dan dari hasil perkawinan itu, Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu sekalian, tumbuh-tumbuhan, dan hewan dengan air itu, dan bukanlah kamu, melainkan Kami-lah, yang menyimpan dan menguasainya.
Dan sungguh, Kamilah yang menghidupkan dan mematikan dan Kami (pulalah) yang mewarisi.
Tafsir ringkas
Usai menjelaskan tanda-tanda kekuasaan-Nya di langit dan bumi, Allah lalu menyatakan, "Dan ketahuilah bahwa sungguh, Kamilah yang menghidupkan apa yang ada di alam, termasuk manusia, dan kami pula yang mematikan mereka, dan Kami pula yang mewarisi apa saja yang ditinggalkan oleh makhluk-makhluk itu.
Dan sungguh, Kami mengetahui orang yang terdahulu sebelum kamu dan Kami mengetahui pula orang yang terkemudian.
Tafsir ringkas
Dan sungguh, Kami mengetahui orang yang terdahulu sebelum kamu, baik tentang kehidupan maupun kematian mereka, dan Kami mengetahui pula orang yang terkemudian, yaitu umat pada masa sekarang dan masa mendatang."
Dan sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang akan mengumpulkan mereka. Sungguh, Dia Mahabijaksana, Maha Mengetahui.
Tafsir ringkas
Dan ketahuilah wahai Nabi Muhammad, sesungguhnya Tuhanmu yang telah memberi manusia kehidupan dan berbagai kenikmatan, Dialah yang akan mematikan dan mengumpulkan mereka semua di Padang Mahsyar. Sungguh, Dia adalah Tuhan Yang Mahabijaksana dengan menempatkan sesuatu dengan tepat, Maha Mengetahui segala sesuatu, besar maupun kecil, baik yang terjadi di masa lalu, masa sekarang, maupun masa mendatang.
Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk.
Tafsir ringkas
Setelah menggambarkan nikmat-nikmat Allah di alam sekitar manusia, melalui ayat-ayat berikut Allah menjelaskan penciptaan manusia. Allah menyatakan, "Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia, yakni Adam, dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk.
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sungguh, Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk.
Tafsir ringkas
Dan ingatlah wahai Nabi Muhammad, ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, Sungguh, Aku akan menciptakan seorang manusia, yakni Adam, dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk.
Maka apabila Aku telah menyempurnakan (kejadian)nya, dan Aku telah meniupkan roh (ciptaan)-Ku ke dalamnya, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.”
Tafsir ringkas
Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadian-nya dan Aku telah meniupkan roh ciptaan-Ku ke dalamnya, maka tunduklah kamu, wahai para malaikat, dengan sukarela sebagai tanda penghormatan kamu kepadanya dengan bersujud."
30
فَسَجَدَ الْمَلٰۤىِٕكَةُ كُلُّهُمْ اَجْمَعُوْنَۙ
Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama,
Tafsir ringkas
Maka dengan segera dan serta merta bersujudlah para malaikat itu semuanya secara bersama-sama dengan penuh kepatuhan dan ketaatan,
Dia (Allah) berfirman, “Wahai Iblis! Apa sebabnya kamu (tidak ikut) sujud bersama mereka?”
Tafsir ringkas
Melihat keengganan dan pembangkangan Iblis untuk bersujud kepada Nabi Adam meski mendapat perintah langsung dari Allah, Dia berfirman, "Wahai Iblis, apa sebabnya kamu tidak mau ikut sujud bersama mereka, yakni para malaikat yang sujud dengan penuh kepatuhan dan ketaatan itu?"
Ia (Iblis) berkata, “Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk.”
Tafsir ringkas
Mendapat pertanyaan demikian dari Allah, ia (Iblis) berkata dengan pongah, "Aku sekali-kali tidak akan pernah sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk." Aku lebih mulia daripadanya karena Engkau telah menciptakan aku dari api. (Lihat: Surah al-A'ra f/7: 12)
34
قَالَ فَاخْرُجْ مِنْهَا فَاِنَّكَ رَجِيْمٌۙ
Dia (Allah) berfirman, “(Kalau begitu) keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk,
Tafsir ringkas
Mendengar jawaban Iblis yang bernada angkuh, Dia (Allah) berfirman, "Kalau begitu keluarlah dari surga, wahai Iblis, karena sesungguhnya kamu terkutuk. Engkau tidak pantas menerima rahmat-Ku, apalagi tinggal di surga-Ku. Dan sesungguhnya kutukan itu, yakni keterjauhan engkau dari rahmat-Ku, tetap menimpamu di dunia sampai hari Kiamat."
dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari Kiamat.”
Tafsir ringkas
Mendengar jawaban Iblis yang bernada angkuh, Dia (Allah) berfirman, "Kalau begitu keluarlah dari surga, wahai Iblis, karena sesungguhnya kamu terkutuk. Engkau tidak pantas menerima rahmat-Ku, apalagi tinggal di surga-Ku. Dan sesungguhnya kutukan itu, yakni keterjauhan engkau dari rahmat-Ku, tetap menimpamu di dunia sampai hari Kiamat."
Ia (Iblis) berkata, “Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka berilah penangguhan kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan.”
Tafsir ringkas
Kutukan Allah kepada Iblis tidak membuatnya menyadari kesalahan dan kedurhakaannya, tidak pula membuatnya memohon ampun kepada Allah. Kedurhakaannya bahkan semakin menjadi. Keengganan Iblis untuk bersujud lahir dari kedengkiannya terhadap Nabi Adam. Kedengkian itu bahkan ingin dia teruskan hingga anak cucunya. Hal ini terbukti dari permintaan Iblis kepada Allah agar umurnya dipanjangkan. Ia (Iblis) berkata, "Ya Tuhanku, kalau begitu maka berilah penangguhan kepadaku, yakni berilah tenggat bagiku untuk hidup dalam waktu yang lama agar aku dapat menjerumuskan anak-cucu Adam sampai hari ketika manusia dibangkitkan dari kubur pada hari Kiamat."
37
قَالَ فَاِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِيْنَۙ
Allah berfirman, “(Baiklah) maka sesungguhnya kamu termasuk yang diberi penangguhan,
Tafsir ringkas
Permintaan Iblis untuk dipanjangkan umurnya dikabulkan oleh Allah. Allah berfirman, "Baiklah, maka sesungguhnya kamu, wahai Iblis, termasuk yang diberi penangguhan, yakni dipanjangkan umurnya, sampai hari yang telah ditentukan, yakni tiupan pertama sangkakala sebagai tanda permulaan kiamat, dan pada saat itulah engkau harus mati dan mempertanggungjawabkan perbuatanmu."
38
اِلٰى يَوْمِ الْوَقْتِ الْمَعْلُوْمِ
sampai hari yang telah ditentukan (kiamat).”
Tafsir ringkas
Permintaan Iblis untuk dipanjangkan umurnya dikabulkan oleh Allah. Allah berfirman, "Baiklah, maka sesungguhnya kamu, wahai Iblis, termasuk yang diberi penangguhan, yakni dipanjangkan umurnya, sampai hari yang telah ditentukan, yakni tiupan pertama sangkakala sebagai tanda permulaan kiamat, dan pada saat itulah engkau harus mati dan mempertanggungjawabkan perbuatanmu."
Ia (Iblis) berkata, “Tuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan jadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi, dan aku akan menyesatkan mereka semuanya,
Tafsir ringkas
Mengetahui permohonannya dikabulkan oleh Allah, ia (Iblis) berkata, "Tuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, yaitu mendapat kutukan dan dijauhkan dari rahmat-Mu, aku pasti akan jadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka, sehingga mereka menganggap baik perbuatan-perbuatan maksiat di bumi yang memalingkan dan menjauhkan mereka dari ibadah kepada-Mu, dan aku dengan segala daya dan cara akan menyesatkan mereka semuanya dari jalan lurus yang Engkau ridai."
40
اِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِيْنَ
kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka.”
Tafsir ringkas
Iblis meneruskan perkataanya, "Aku akan berusaha menyesatkan manusia kecuali kelompok tertentu dari hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka, yakni orang-orang yang Engkau pilih dan beri taufik untuk senantiasa menaati-Mu, dan orang-orang yang disucikan dari segala kedurhakaan.