Logo Masjid DKM Al Hikmah
Masjid DKM Al Hikmah
Asy-Syu'ara'

QS. Asy-Syu'ara': Para Penyair

227 ayat • Makkiyah • Sumber: api.myquran.com

181

۞ اَوْفُوا الْكَيْلَ وَلَا تَكُوْنُوْا مِنَ الْمُخْسِرِيْنَ ۚ

Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu merugikan orang lain.

Tafsir ringkas

Kemudian Nabi Syuaib mulai memasuki wilayah dakwah yang lebih nyata lagi yaitu kejahatan ekonomi yang dilakukan kaumnya. "Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu merugikan orang lain". Mengurangi takaran dan timbangan sangat merugikan konsumen. Memakan hasilnya hukumnya haram dan tidak membawa berkah dalam kehidupan.

182

وَزِنُوْا بِالْقِسْطَاسِ الْمُسْتَقِيْمِ ۚ

Dan timbanglah dengan timbangan yang benar.

Tafsir ringkas

Dan timbanglah dengan timbangan yang benar, yaitu timbangan yang adil, sesuai dengan yang menjadi kesepakatan masyarakat luas. Hal ini akan menjadikan keberkahan bagimu, wahai para penjual, karena memakan dari harta yang halal.

183

وَلَا تَبْخَسُوا النَّاسَ اَشْيَاۤءَهُمْ وَلَا تَعْثَوْا فِى الْاَرْضِ مُفْسِدِيْنَ ۚ

Dan janganlah kamu merugikan manusia dengan mengurangi hak-haknya dan janganlah membuat kerusakan di bumi;

Tafsir ringkas

Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan jangan-lah kamu membuat kerusakan di bumi. Pada dasarnya prinsip hubungan antar manusia menurut Islam adalah tidak boleh menzalimi dan tidak boleh dizalimi dengan cara apa pun dan dalam bidang apa pun.

184

وَاتَّقُوا الَّذِيْ خَلَقَكُمْ وَالْجِبِلَّةَ الْاَوَّلِيْنَ ۗ

dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang terdahulu.”

Tafsir ringkas

Nabi Syuaib menutup penjelasannya dengan berkata, "Dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu". Umat terdahulu dari kaum Syuaib seperti kaum ‘Ad, dan Šamud jauh lebih kuat. mereka dibinasakan oleh Allah karena dosa-dosa mereka.

185

قَالُوْٓا اِنَّمَآ اَنْتَ مِنَ الْمُسَحَّرِيْنَ ۙ

Mereka berkata, “Engkau tidak lain hanyalah orang-orang yang kena sihir.

Tafsir ringkas

Terhadap ajakan Nabi Syuaib, mereka mulai berang dan jengkel, lalu mereka mengeluarkan tuduhan dan hasutan yang tidak berdasar. Mereka berkata: "Engkau tidak lain hanyalah orang yang kena sihir". Semua nabi yang berdakwah kepada kaumnya dituduh sebagai pesihir sebagai cara untuk menjauhkan para nabi dengan masyarakat.

186

وَمَآ اَنْتَ اِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُنَا وَاِنْ نَّظُنُّكَ لَمِنَ الْكٰذِبِيْنَ ۚ

Dan engkau hanyalah manusia seperti kami, dan sesungguhnya kami yakin engkau termasuk orang-orang yang berdusta.

Tafsir ringkas

"Dan engkau hanyalah manusia seperti kami, yang makan dan minum. Apa keistimewaanmu sehingga engkau menjadi seorang utusan Tuhan? Sesungguhnya kami yakin bahwa engkau benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta, tuduh mereka. Inilah usaha untuk mematikan gerak dakwah Nabi Syuaib.

187

فَاَسْقِطْ عَلَيْنَا كِسَفًا مِّنَ السَّمَاۤءِ اِنْ كُنْتَ مِنَ الصّٰدِقِيْنَ ۗ

Maka jatuhkanlah kepada kami gumpalan dari langit, jika engkau termasuk orang-orang yang benar.”

Tafsir ringkas

Mereka dengan pongahnya balik menantang Nabi Syuaib agar bisa mendatangkan siksaan kepada mereka. Maka cepat jatuhkanlah siksaan Tuhanmu kepada kami berupa gumpalan apa saja dari langit, baik berupa batu atau lainnya, jika engkau termasuk orang-orang yang benar bahwa engkau adalah utusan Allah.

188

قَالَ رَبِّيْٓ اَعْلَمُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ

Dia (Syuaib) berkata, “Tuhanku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Tafsir ringkas

Nabi Syuaib berkata, "Tuhanku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan." Biarlah Dia saja yang akan membuat perhitungan dengan kamu, karena Dialah yang mengetahui sepak terjangmu.

189

فَكَذَّبُوْهُ فَاَخَذَهُمْ عَذَابُ يَوْمِ الظُّلَّةِ ۗاِنَّهٗ كَانَ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيْمٍ

Kemudian mereka mendustakannya (Syuaib), lalu mereka ditimpa azab pada hari yang gelap. Sungguh, itulah azab pada hari yang dahsyat.

Tafsir ringkas

Kemudian mereka mendustakan apa yang disampaikan Nabi Syuaib, lalu tidak berapa lama, mereka ditimpa azab pada hari yang gelap. karena ditutupi awan. Dengan awan ini mereka menganggap bahwa mereka telah selamat, tapi secara mengejutkan mereka dihujani dengan api yang besar dari langit. Sungguh, azab itulah azab pada hari yang dahsyat. Peristiwa yang memilukan itu semestinya menjadi pelajaran bagi semua pihak.

190

اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً ۗوَمَا كَانَ اَكْثَرُهُمْ مُّؤْمِنِيْنَ

Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.

Tafsir ringkas

Sungguh, pada kejadian yang demikian itu benar-benar terdapat tanda kekuasaan Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak beriman, karena hati mereka sudah tertutup oleh kekafiran, keangkuhan dan kesombongan.

191

وَاِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ ࣖ

Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.

Tafsir ringkas

Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah yang Maha Perkasa. Tidak ada yang bisa mengalahkan-Nya dan tidak terkurangi sedikit pun kekuasaan-Nya dengan banyaknya orang yang kafir kepada-Nya. Dia juga Maha Penyayang.yang masih memberikan kesempatan bagi orang yang berdosa untuk bertobat kepada-Nya.

192

وَاِنَّهٗ لَتَنْزِيْلُ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ۗ

Dan sungguh, (Al-Qur'an) ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan seluruh alam,

Tafsir ringkas

Dan sungguh Al-Qur'an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan pemilik dan pemelihara seluruh alam, Tuhan yang sangat menyayangi makhluk-Nya, Al-Qur'an tidak berasal dari selain Allah, sebagaimana yang dituduhkan kaum musyrik, itu bukan untuk mencelakakan mereka.

193

نَزَلَ بِهِ الرُّوْحُ الْاَمِيْنُ ۙ

Yang dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin (Jibril),

Tafsir ringkas

Al-Qur’an itu dibawa turun secara berangsur-angsur oleh Ar-Ruh Al-Amin yaitu Jibril, atas izin Allah. Ruh adalah sesuatu yang dengannya raga menjadi hidup, begitu juga Al-Qur’an.

194

عَلٰى قَلْبِكَ لِتَكُوْنَ مِنَ الْمُنْذِرِيْنَ ۙ

ke dalam hatimu (Muhammad) agar engkau termasuk orang yang memberi peringatan,

Tafsir ringkas

Jibril langsung memasukkan Al-Qur’an ke dalam hatimu, wahai Nabi Muhmmad, yang dengan itu Al-Qur’an terpelihara. Tujuannya agar engkau termasuk orang yang memberi peringatan kepada manusia agar mawas diri. Jika mereka memilih kekafiran dan kefasikan, setelah datangnya penjelasan, mereka akan diberi sanksi yang berat oleh Allah.

195

بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُّبِيْنٍ ۗ

dengan bahasa Arab yang jelas.

Tafsir ringkas

Al-Qur'an yang diturunkan kepadamu, dan penjelasanmu tentangnya itu dengan bahasa Arab yang jelas. dengan demikian, bisa dengan mudah dipahami oleh masyarakat Arab, di mana Al-Qur’an turun pertama kali kepada mereka.

196

وَاِنَّهٗ لَفِيْ زُبُرِ الْاَوَّلِيْنَ

Dan sungguh, (Al-Qur'an) itu (disebut) dalam kitab-kitab orang yang terdahulu.

Tafsir ringkas

Dan sungguh, Al-Qur'an itu benar-benar disebut dalam kitab-kitab orang yang dahulu seperti Taurat, Zabur, dan Injil (Lihat: Surah al-A’raf/7: 157). Hal ini menunjukkan akan satunya tujuan, satunya sumber, dan keterkaitan antara satu kitab suci dengan kitab suci lainnya sama-sama menyeru kepada Tauhid.

197

اَوَلَمْ يَكُنْ لَّهُمْ اٰيَةً اَنْ يَّعْلَمَهٗ عُلَمٰۤؤُا بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ

Apakah tidak (cukup) menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Israil mengetahuinya?

Tafsir ringkas

Dukungan terhadap kebenaran Al-Qur’an juga datang dari para ulama Bani Israil. Apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Israil mengetahuinya? Mereka, dahulu, bahkan sangat menantikan kedatangan Nabi Muhammad.

198

وَلَوْ نَزَّلْنٰهُ عَلٰى بَعْضِ الْاَعْجَمِيْنَ ۙ

Dan seandainya (Al-Qur'an) itu Kami turunkan kepada sebagian dari golongan bukan Arab,

Tafsir ringkas

Dan seandainya Al-Qur'an itu Kami turunkan kepada sebagian dari golongan bukan Arab yang tidak bisa berbicara menggunakan bahasa Arab,

199

فَقَرَاَهٗ عَلَيْهِمْ مَّا كَانُوْا بِهٖ مُؤْمِنِيْنَ ۗ

lalu dia membacakannya kepada mereka (orang-orang kafir); niscaya mereka tidak juga akan beriman kepadanya.

Tafsir ringkas

lalu ia membacakannya kepada mereka, yakni orang-orang kafir itu, niscaya mereka tidak juga akan beriman kepadanya. Ini menunjukkan keengganan mereka untuk menerima Al-Qur’an. Dari arah mana pun Al-Qur’an itu datang, mereka pasti tak akan beriman dengan berbagai alasan.

200

كَذٰلِكَ سَلَكْنٰهُ فِيْ قُلُوْبِ الْمُجْرِمِيْنَ ۗ

Demikianlah, Kami masukkan (sifat dusta dan ingkar) ke dalam hati orang-orang yang berdosa,

Tafsir ringkas

Demikianlah, sebagaimana Kami memasukkan rasa dusta terhadap Al-Qur’an pada hati orang kafir, Kami masukkan sifat dusta dan ingkar terhadap Al-Qur'an itu ke dalam hati orang- orang yang berdosa.

Ayat 181–200 dari 227
arrow_back Semua surah