Logo Masjid DKM Al Hikmah
Masjid DKM Al Hikmah
Asy-Syu'ara'

QS. Asy-Syu'ara': Para Penyair

227 ayat • Makkiyah • Sumber: api.myquran.com

201

لَا يُؤْمِنُوْنَ بِهٖ حَتّٰى يَرَوُا الْعَذَابَ الْاَلِيْمَ

mereka tidak akan beriman kepadanya, hingga mereka melihat azab yang pedih,

Tafsir ringkas

Mereka tidak juga akan beriman kepadanya, yakni Al-Qur’an, hingga mereka melihat azab yang pedih.

202

فَيَأْتِيَهُمْ بَغْتَةً وَّهُمْ لَا يَشْعُرُوْنَ ۙ

maka datang azab kepada mereka secara mendadak, ketika mereka tidak menyadarinya,

Tafsir ringkas

Maka, pada saat  datang azab kepada mereka secara mendadak dan tiba-tiba, ketika mereka tidak menyadarinya, pada saat itulah mereka tersadar akan kesalahan mereka.

203

فَيَقُوْلُوْا هَلْ نَحْنُ مُنْظَرُوْنَ ۗ

lalu mereka berkata, “Apakah kami diberi penangguhan waktu?”

Tafsir ringkas

Lalu mereka berkata, "Apakah kami diberi penangguhan waktu, yakni perpanjangan umur kami, sehingga kami bisa bertobat, beriman kepada Al-Qur’an dan melakukan amal saleh?

204

اَفَبِعَذَابِنَا يَسْتَعْجِلُوْنَ

Bukankah mereka yang meminta agar azab Kami dipercepat?

Tafsir ringkas

Bukankah mereka yang meminta agar azab kami dipercepat? Akan tetapi, ketika Kami menimpakan azab itu kepada mereka, mereka meminta agar diberi kesempatan sekali lagi untuk bertobat. Inilah sikap mereka yang saling bertentangan.

205

اَفَرَءَيْتَ اِنْ مَّتَّعْنٰهُمْ سِنِيْنَ ۙ

Maka bagaimana pendapatmu jika kepada mereka Kami berikan kenikmatan hidup beberapa tahun,

Tafsir ringkas

Maka bagaimana pendapatmu, wahai Rasul, jika Kami berikan kepada mereka, orang-orang kafir itu, kenikmatan hidup beberapa tahun.

206

ثُمَّ جَاۤءَهُمْ مَّا كَانُوْا يُوْعَدُوْنَ ۙ

kemudian datang kepada mereka azab yang diancamkan kepada mereka,

Tafsir ringkas

Kemudian datang kepada mereka azab yang telah diancamkan kepada mereka, sebagaimana permintaan mereka agar azab itu dipercepat datangnya.

207

مَآ اَغْنٰى عَنْهُمْ مَّا كَانُوْا يُمَتَّعُوْنَ ۗ

niscaya tidak berguna bagi mereka kenikmatan yang mereka rasakan.

Tafsir ringkas

Niscaya tidak berguna bagi mereka kenikmatan yang mereka rasakan. Kenikmatan di dunia yang pada akhirnya membawa kesengsaraan di akhirat tidaklah berguna.

208

وَمَآ اَهْلَكْنَا مِنْ قَرْيَةٍ اِلَّا لَهَا مُنْذِرُوْنَ ۖ

Dan Kami tidak membinasakan sesuatu negeri, kecuali setelah ada orang-orang yang memberi peringatan kepadanya;

Tafsir ringkas

Allah memberikan alasan terhadap siksaan-Nya kepada orang-orang kafir. "Dan Kami tidak membinasakan sesuatu penduduk negeri mana pun, kecuali setelah ada orang-orang, yaitu para rasul yang memberi peringatan kepadanya, dengan sejelas-jelasnya dan menunjukkan berbagai bukti kebenaran mereka. Aakan tetapi, penduduk negeri tersebut mendustakan mereka. (Lihat: Surah al-Isrà’/17:15).

209

ذِكْرٰىۚ وَمَا كُنَّا ظٰلِمِيْنَ

untuk (menjadi) peringatan. Dan Kami tidak berlaku zalim.

Tafsir ringkas

Hal itu adalah untuk menjadi peringatan bagi yang lain agar tidak melakukan sebagaimana mereka. Dan Kami tidak berlaku zalim, karena Kami telah mengirimkan utusan untuk memperbaiki keadaan. Mestinya mereka bersyukur. Kami berikan peringatan keras kepada mereka, namun mereka mengejek, mendustakan dan menantang (Lihat: Al-Qasas/28: 59).

210

وَمَا تَنَزَّلَتْ بِهِ الشَّيٰطِيْنُ

Dan (Al-Qur'an) itu tidaklah dibawa turun oleh setan-setan.

Tafsir ringkas

Orang musyrik menuduh bahwa Al-Qur’an itu adalah bisikan setan kepada Nabi Muhammad. Allah membantah dengan tegas tuduhan tersebut. Dan Al-Qur’an itu tidaklah dibawa turun oleh setan-setan. Al-Qur’an berisi hal-hal yang baik dan mulia, mengajak manusia ke jalan yang benar, sementara setan mengajak hal-hal keji dan mungkar dan mengajak kepada jalan yang sesat.

211

وَمَا يَنْۢبَغِيْ لَهُمْ وَمَا يَسْتَطِيْعُوْنَ ۗ

Dan tidaklah pantas bagi mereka (Al-Qur'an itu), dan mereka pun tidak akan sanggup.

Tafsir ringkas

Dan tidaklah pantas bagi mereka Al-Qur’an itu karena hal-hal yang disebutkan di atas dan mereka pun tidak akan sanggup melakukan hal itu, karena Al-Qur’an mempunyai banyak keistimewaan, baik dari segi redaksi maupun isinya, yang tidak akan bisa tertandingi oleh siapa pun (Lihat: Surah al-Isrà’/17: 88).

212

اِنَّهُمْ عَنِ السَّمْعِ لَمَعْزُوْلُوْنَ ۗ

Sesungguhnya untuk mendengarkannya pun mereka dijauhkan.

Tafsir ringkas

Di samping alasan di atas, Allah telah menjaga kesucian Al-Qur’an. Sesungguhnya untuk mendengarkannya pun mereka dijauhkan karena jalan-jalan di langit yang biasa mereka lalui untuk menyadap kabar-kabar langit telah distrilkan dari lalu lalang mereka (Lihat: Surah Jin/72:8-9) sehingga Al-Qur’an bisa sampai kepada nabi secara utuh.

213

فَلَا تَدْعُ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَ فَتَكُوْنَ مِنَ الْمُعَذَّبِيْنَ

Maka janganlah kamu menyeru (menyembah) tuhan selain Allah, nanti kamu termasuk orang-orang yang diazab.

Tafsir ringkas

Allah mengingatkan Nabi Muhammad. Maka janganlah sekali-kali kamu menyeru tuhan selain Allah, karena nanti pada hari Kiamat, kamu termasuk orang-orang yang diazab karena dosa syirik itu tidak akan diampuni oleh Allah bagi siapa pun yang tidak bertobat ketika di dunia.

214

وَاَنْذِرْ عَشِيْرَتَكَ الْاَقْرَبِيْنَ ۙ

Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu (Muhammad) yang terdekat,

Tafsir ringkas

Dan berilah peringatan, wahai Rasul, kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat, janganlah mereka menyekutukan Allah, dan ajaklah mereka ke jalan yang benar. Keluarga adalah lingkaran pertama yang harus menjadi prioritas dakwah. Mengandalkan unsur kekerabatan tidak bisa menolong dari siksa Allah jika mereka masih tetap berbuat syirik.

215

وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ ۚ

dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang beriman yang mengikutimu.

Tafsir ringkas

Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang beriman yang mengikutimu. Jangan kamu bertindak kasar terhadap mereka, karena mereka akan lari darimu, padahal mereka adalah pembantumu yang utama dalam berdakwah. Perjalanan dakwah tidak selamanya mulus. Ada banyak rintangan, antara lain pembelotan dari pengikut.

216

فَاِنْ عَصَوْكَ فَقُلْ اِنِّيْ بَرِيْۤءٌ مِّمَّا تَعْمَلُوْنَ ۚ

Kemudian jika mereka mendurhakaimu maka katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan.”

Tafsir ringkas

Teruskanlah kamu berdakwah, wahai rasul. Kemudian jika engkau telah berdakwah kepada mereka, tetapi mereka, baik itu keluargamu, orang-orang kafir, atau para pengikutmu, mendurhakaimu dan tidak mengikuti perintahmu, maka katakanlah wahai Rasul, kepada mereka “Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan.” Semua itu menjadi tanggung jawabmu di hadapan Allah.

217

وَتَوَكَّلْ عَلَى الْعَزِيْزِ الرَّحِيْمِ ۙ

Dan bertawakallah kepada (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.

Tafsir ringkas

Dan setelah engkau lakukan tugasmu berdakwah kepada mereka, bertawakallah, pasrahkanlah semua urusanmu hanya kepada Allah Yang Mahaperkasa, Mahakuat yang mampu menyiksa siapa pun yang berani menantang-Nya, Maha Penyayang kepada siapa pun yang senantiasa taat kepada-Nya.

218

الَّذِيْ يَرٰىكَ حِيْنَ تَقُوْمُ

Yang melihat engkau ketika engkau berdiri (untuk salat),

Tafsir ringkas

Dialah Allah yang selalu memerhatikanmu. Dia melihat engkau ketika engkau berdiri dengan penuh ketundukan untuk melakukan salat.

219

وَتَقَلُّبَكَ فِى السّٰجِدِيْنَ

dan (melihat) perubahan gerakan badanmu di antara orang-orang yang sujud.

Tafsir ringkas

Dan Dia juga melihat perubahan gerakan badanmu di antara orang-orang yang sujud dalam salat, dari berdiri, sampai duduk atau pergerakanmu di antara orang-orang yang beriman, sebagaimana para nabi terdahulu.

220

اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

Tafsir ringkas

Sungguh, Dia Maha Mendengar semua apa yang kau katakan dan engkau keluhkan, serta Maha Mengetahui apa yang kau kerjakan. Semua yang terjadi tidak berlalu begitu saja, tetapi akan mendapatkan perhitungan dari Allah.

Ayat 201–220 dari 227
arrow_back Semua surah