Logo Masjid DKM Al Hikmah
Masjid DKM Al Hikmah
Asy-Syu'ara'

QS. Asy-Syu'ara': Para Penyair

227 ayat • Makkiyah • Sumber: api.myquran.com

21

فَفَرَرْتُ مِنْكُمْ لَمَّا خِفْتُكُمْ فَوَهَبَ لِيْ رَبِّيْ حُكْمًا وَّجَعَلَنِيْ مِنَ الْمُرْسَلِيْنَ

Lalu aku lari darimu karena aku takut kepadamu, kemudian Tuhanku menganugerahkan ilmu kepadaku serta Dia menjadikan aku salah seorang di antara rasul-rasul.

Tafsir ringkas

"Lalu aku lari darimu menuju ke negeri Madyan, karena aku takut kepadamu pada pembalasan-mu. Kemudian Tuhanku yang memeliharaku menganugerahkan ilmu yang bermanfaat kepadaku serta Dia menjadikan aku salah seorang di antara para rasul sebagaimana para rasul yang lain sebelumku."

22

وَتِلْكَ نِعْمَةٌ تَمُنُّهَا عَلَيَّ اَنْ عَبَّدْتَّ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ ۗ

Dan itulah kebaikan yang telah engkau berikan kepadaku, (sementara) itu engkau telah memperbudak Bani Israil.”

Tafsir ringkas

Lalu Nabi Musa membandingkan antara kebaikan yang dia terima dari Fir’aun dengan kekejaman Fir’aun terhadap Bani Israil. Musa berkata lagi, "Dan itulah kebaikan yang telah engkau berikan kepadaku, engkau pelihara diriku ketika aku masih bayi sampai aku dewasa. Sementara itu engkau telah memperbudak Bani Israil, kaumku sendiri. Engkau perlakukan mereka dengan tidak berperikemanusiaan. Sungguh ini dua hal yang tidak sebanding. Jika bukan karena kekejamanmu, ibuku tidak akan melemparkan aku ke sungai, dan tidak akan kau pelihara diriku."

23

قَالَ فِرْعَوْنُ وَمَا رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ ۗ

Fir‘aun bertanya, “Siapa Tuhan seluruh alam itu?”

Tafsir ringkas

Fir’aun penasaran terhadap perkataan Nabi Musa bahwa dia dan sudaranya Harun diutus oleh Allah Rabbul ‘alamin. Fir‘aun bertanya kepada Musa, “Siapa Tuhan pencipta dan pemelihara seluruh alam itu?"

24

قَالَ رَبُّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَاۗ اِنْ كُنْتُمْ مُّوْقِنِيْنَ

Dia (Musa) menjawab, “Tuhan pencipta langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya (itulah Tuhanmu), jika kamu mempercayai-Nya.”

Tafsir ringkas

Musa menjawab dengan tiga jawaban. Pertama: “Tuhan yang mengutusku adalah Tuhan pencipta, pengurus, pemelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya seperti benda-benda langit dan lainnya. Hal berbeda dengan dirimu yang hanya meguasai negeri Mesir dengan kekuatanmu. Aku katakan hal ini kepadamu dengan sebenar-benarnya, jika kamu mempercayai-Nya."

25

قَالَ لِمَنْ حَوْلَهٗٓ اَلَا تَسْتَمِعُوْنَ

Dia (Fir‘aun) berkata kepada orang-orang di sekelilingnya, “Apakah kamu tidak mendengar (apa yang dikatakannya)?”

Tafsir ringkas

Mendengar jawaban Nabi Musa ini, Fir’aun terasa mulai tersentak. Dia, yakni Fir‘aun, berkata kepada orang-orang di sekelilingnya, yaitu para pembesar kerajaan, “Apakah kamu tidak mendengar apa yang dikatakannya?”

26

قَالَ رَبُّكُمْ وَرَبُّ اٰبَاۤىِٕكُمُ الْاَوَّلِيْنَ

Dia (Musa) berkata, “(Dia) Tuhanmu dan juga Tuhan nenek moyangmu terdahulu.”

Tafsir ringkas

Jawaban kedua, "Dia yakni Musa berkata kepada Fir’aun, “Dia itu adalah Tuhanmu dan juga Tuhan nenek moyangmu terdahulu.” Tuhanku itu satu, tidak ada yang lain. Dialah pencipta alam seluruh dan pencipta manusia dari dahulu sampai kini dan sampai kapan pun, termasuk engkau Fir’aun dan kaummu.

27

قَالَ اِنَّ رَسُوْلَكُمُ الَّذِيْٓ اُرْسِلَ اِلَيْكُمْ لَمَجْنُوْنٌ

Dia (Fir‘aun) berkata, “Sungguh, Rasulmu yang diutus kepada kamu benar-benar orang gila.”

Tafsir ringkas

Fir’aun semakin geram dan marah. Dia yakni Fir‘aun berkata kepada para pembesar itu dengan penuh kemarahan, “Sungguh, Rasulmu yang diutus kepada kamu benar-benar orang gila.” Dia mengatakan sesuatu yang tidak biasa aku dengar.

28

قَالَ رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَمَا بَيْنَهُمَاۗ اِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُوْنَ

Dia (Musa) berkata, “(Dialah) Tuhan (yang menguasai) timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya; jika kamu mengerti.”

Tafsir ringkas

Jawaban terakhir, merupakan jawaban yang telak dan sulit bagi Fir’aun untuk mengelak darinya. Nabi Musa, berkata kepada Fir’aun dengan perkataan yang pernah diucapkan juga oleh Nabi Ibrahim kepada penguasa yang zalim (Lihat: Al-Baqarah/2: 258), “Ketiga, Dialah Tuhan yang menguasai ufuk timur tempat terbit matahari dan ufuk barat tempat terbenamnya matahari dan apa yang ada di antara ke-duanya, seperti gunung-gunung, lautan dan lain sebagainya, jika kamu mengerti, dan menggunakan akalmu dengan baik dan benar. Janganlah kau terus menerus dengan kebatilan, padahal kau tahu kebenaran. Apakah kamu mampu melakukan apa yang dilakukan Tuhanku?

29

قَالَ لَىِٕنِ اتَّخَذْتَ اِلٰهًا غَيْرِيْ لَاَجْعَلَنَّكَ مِنَ الْمَسْجُوْنِيْنَ

Dia (Fir‘aun) berkata, “Sungguh, jika engkau menyembah Tuhan selain aku, pasti aku masukkan engkau ke dalam penjara.”

Tafsir ringkas

Fir’aun semakin berang mendengar perkataan Nabi Musa dan mulai menggunakan kekuatannya, sebagaimana juga penguasa yang zalim, untuk membungkam musuh-musuh mereka. Fir‘aun berkata dengan nada mengancam, “Sungguh, jika engkau menyembah Tuhan selain aku, pasti aku masukkan engkau ke dalam penjara. Sebagaimana orang-orang yang telah aku penjarakan. Aku akan siksa dirimu dengan siksaan yang amat pedih."

30

قَالَ اَوَلَوْ جِئْتُكَ بِشَيْءٍ مُّبِيْنٍ

Dia (Musa) berkata, “Apakah (engkau akan melakukan itu) sekalipun aku tunjukkan kepadamu sesuatu (bukti) yang nyata?”

Tafsir ringkas

Nabi Musa sama sekali tidak gentar dengan ancaman itu, karena yakin Allah selalu bersamanya. Dengan hati yang tenang, Nabi Musa menawarkan kepada Fir’aun satu tawaran. Dia Musa berkata, “Apakah engkau tetap akan memenjarakanku sekalipun aku tunjukkan kepadamu sesuatu bukti yang nyata sebagai tanda bahwa aku adalah benar-benar utusan Tuhanku?"

31

قَالَ فَأْتِ بِهٖٓ اِنْ كُنْتَ مِنَ الصّٰدِقِيْنَ

Dia (Fir‘aun) berkata, “Tunjukkan sesuatu (bukti yang nyata) itu, jika engkau termasuk orang yang benar!”

Tafsir ringkas

Fir‘aun berkata, baiklah kalau begitu. Aku tidak akan memenjarakanmu, tetapi tunjukkan sesuatu bukti yang nyata yang kau janjikan itu jika engkau termasuk orang yang benar terhadap pengakuanmu itu bahwa engkau adalah benar-benar utusan Tuhan!" Tidak berselang lama, Nabi Musa memperlihatkan kepada Fir’aun apa yang ditawarkannya, yaitu tongkat yang bisa berubah menjadi ular dan tangan yang mengeluarkan sinar yang berkilauan.

32

فَاَلْقٰى عَصَاهُ فَاِذَا هِيَ ثُعْبَانٌ مُّبِيْنٌ ۚ

Maka dia (Musa) melemparkan tongkatnya, tiba-tiba tongkat itu menjadi ular besar yang sebenarnya.

Tafsir ringkas

Maka Musa melemparkan tongkatnya yang dahulu dia gunakan untuk menggembala kambing di negeri Madyan, tiba-tiba tongkat itu atas izin Allah berubah menjadi ular besar yang sebenarnya. Bukan tipuan sebagaimana yang dilakukan oleh para pesihir. Dengan peristiwa ini, Allah mampu mengubah benda mati menjadi benda yang hidup. Maka kebangkitan manusia di hari Kiamat bukanlah sesuatu yang sulit bagi Allah.

33

وَنَزَعَ يَدَهٗ فَاِذَا هِيَ بَيْضَاۤءُ لِلنّٰظِرِيْنَ ࣖ

Dan dia mengeluarkan tangannya (dari dalam bajunya), tiba-tiba tangan itu menjadi putih (bercahaya) bagi orang-orang yang melihatnya.

Tafsir ringkas

Fir’aun mencoba memengaruhi para pembesarnya agar jangan terpengaruh oleh ajakan Nabi Musa. Fir‘aun, berkata kepada para pemuka di sekelilingnya, “Sesungguhnya dia ini pasti seorang pesihir yang sangat pandai, maka janganlah kamu sekalian tertipu olehnya.

34

قَالَ لِلْمَلَاِ حَوْلَهٗٓ اِنَّ هٰذَا لَسٰحِرٌ عَلِيْمٌ ۙ

Dia (Fir‘aun) berkata kepada para pemuka di sekelilingnya, “Sesungguhnya dia (Musa) ini pasti seorang pesihir yang pandai,

Tafsir ringkas

Dia hendak mengusir kamu dari negerimu yang subur makmur ini, di mana kamu hidup enak dan tenang di dalamnya, dengan ilmu sihirnya. Oleh karena itu apakah yang kamu sarankan kepadaku sehingga aku bisa melaksanakannya?” Fir’aun merasa terdesak sehingga meminta pertimbangan dari para pembesarnya. Pengusiran seorang dari negerinya adalah sebuah prahara kehidupan, karena mereka harus meninggalkan apa yang mereka cintai. Fir’aun menggunakan taktik ini agar mereka merasa tersentak dan akhirnya melawan Nabi Musa.

35

يُّرِيْدُ اَنْ يُّخْرِجَكُمْ مِّنْ اَرْضِكُمْ بِسِحْرِهٖۖ فَمَاذَا تَأْمُرُوْنَ

dia hendak mengusir kamu dari negerimu dengan sihirnya; karena itu apakah yang kamu sarankan?”

Tafsir ringkas

Para pembesar itu menawarkan kepada Fir’aun agar diadakan perang tanding antara Nabi Musa dan para pesihir Mesir. Mereka menjawab, “Tahanlah untuk sementara, jangan kau bunuh dia yaitu Musa dan saudaranya yaitu nabi Harun, dan utuslah ke seluruh negeri Mesir orang-orang yang akan mengumpulkan penyihir, niscaya mereka akan mendatangkan semua pesihir yang pandai kepadamu.”

36

قَالُوْٓا اَرْجِهْ وَاَخَاهُ وَابْعَثْ فِى الْمَدَاۤىِٕنِ حٰشِرِيْنَ ۙ

Mereka menjawab, “Tahanlah (untuk sementara) dia dan saudaranya, dan utuslah ke seluruh negeri orang-orang yang akan mengumpulkan (pesihir),

Tafsir ringkas

Para pembesar itu menawarkan kepada Fir’aun agar diadakan perang tanding antara Nabi Musa dan para pesihir Mesir. Mereka menjawab, “Tahanlah untuk sementara, jangan kau bunuh dia yaitu Musa dan saudaranya yaitu nabi Harun, dan utuslah ke seluruh negeri Mesir orang-orang yang akan mengumpulkan penyihir, niscaya mereka akan mendatangkan semua pesihir yang pandai kepadamu.”

37

يَأْتُوْكَ بِكُلِّ سَحَّارٍ عَلِيْمٍ

niscaya mereka akan mendatangkan semua pesihir yang pandai kepadamu.”

Tafsir ringkas

Para pembesar itu menawarkan kepada Fir’aun agar diadakan perang tanding antara Nabi Musa dan para pesihir Mesir. Mereka menjawab, “Tahanlah untuk sementara, jangan kau bunuh dia yaitu Musa dan saudaranya yaitu nabi Harun, dan utuslah ke seluruh negeri Mesir orang-orang yang akan mengumpulkan penyihir, niscaya mereka akan mendatangkan semua pesihir yang pandai kepadamu.”

38

فَجُمِعَ السَّحَرَةُ لِمِيْقَاتِ يَوْمٍ مَّعْلُوْمٍ ۙ

Lalu dikumpulkanlah para pesihir pada waktu (yang ditetapkan) pada hari yang telah ditentukan,

Tafsir ringkas

Lalu dikumpulkanlah para pesihir pada waktu pagi pada hari yang telah ditentukan, yaitu pada hari raya mereka, di mana mereka berhias diri untuk bersenang-senang (Lihat: Surah Thaha/20: 59).

39

وَّقِيْلَ لِلنَّاسِ هَلْ اَنْتُمْ مُّجْتَمِعُوْنَ ۙ

dan diumumkan kepada orang banyak, “Berkumpullah kamu semua,

Tafsir ringkas

Dan diumumkan kepada orang banyak untuk segera berkumpul menyaksikan pertandingan yang sangat menentukan nasib para petarung, apakah Nabi Musa atau para penyihir itu. “Berkumpullah kamu semua, jangan ada di antara kamu yang tertinggal.

40

لَعَلَّنَا نَتَّبِعُ السَّحَرَةَ اِنْ كَانُوْا هُمُ الْغٰلِبِيْنَ

agar kita mengikuti para pesihir itu, jika mereka yang menang.”

Tafsir ringkas

"Tujuannya adalah agar kita mengikuti para pesihir itu, jika mereka yang menang dalam perang tanding ini." Untuk mengalahkan Nabi Musa, Ternyata Fir’aun yang mengaku-ngaku sebagai Tuhan, masih menggunakan orang lain, seperti penyihir, bukan kekuatan dirinya.

Ayat 21–40 dari 227
arrow_back Semua surah