Maka ketika para pesihir datang, mereka berkata kepada Fir‘aun, “Apakah kami benar-benar akan mendapat imbalan yang besar jika kami yang menang?”
Tafsir ringkas
Maka ketika para pesihir datang, mereka berkata kepada Fir‘aun untuk meminta janji imbalan, “Apakah kami benar-benar akan mendapat imbalan yang besar jika kami yang menang melawan Musa?" Demikianlah para pesihir bersedia membela Fir’aun bukan karena mempertahankan kebenaran tapi menginginkan imbalan yang besar.
Dia (Fir‘aun) menjawab, “Ya, dan bahkan kamu pasti akan mendapat kedudukan yang dekat (kepadaku).”
Tafsir ringkas
Fir‘aun menjawab, “Ya, kalian akan mendapatkan imbalan yang besar dan bahkan di samping itu, kamu pasti akan mendapat kedudukan yang dekat kepadaku, dengan kedudukan itu kamu pasti akan mendapatkan fasilitas-fsilitas terbaik dariku."
Dia (Musa) berkata kepada mereka, “Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan.”
Tafsir ringkas
Para pesihir mempersilakan Nabi Musa memperlihatkan kehebatannya terlebih dahulu (Lihat: Surah Al-A’ràf/7: 115). Namun sebelumnya Nabi Musa mengingatkan mereka agar tidak meneruskan perang tanding ini karena mereka pasti kalah (Lihat: Surah Tàha:61). Akan tetapi, mereka tetap dengan pendirian mereka. Perang tanding pun dimulai. Musa, berkata kepada mereka para pesihir itu, "Sekarang aku berikan kesempatan kepada kalian, Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan, agar nanti bisa terlihat mana yang benar dan mana yang batil." Lain halnya jika Nabi Musa terlebih dahulu yang beraksi.
Lalu mereka melemparkan tali temali dan tongkat-tongkat mereka seraya berkata, “Demi kekuasaan Fir‘aun, pasti kamilah yang akan menang.”
Tafsir ringkas
Lalu mereka melemparkan tali temali dan tongkat-tongkat mereka seraya berkata dan bersumpah dengan penuh keyakinan, “Demi kekuasaan Fir‘aun, pasti kamilah yang akan menang.” Tongkat dan tali temali yang dilemparkan para pesihir itu terlihat oleh pengunjung seperti ular-ular yang berkeliaran ke sana ke mari yang menakutkan. Inilah puncak prestasi sihir mereka. Melihat gelagat ini, Nabi Musa merasa takut, tapi Allah menentramkannya, "Wahai Musa, jangan takut, kamu pasti menang” Allah kemudian memerintahkan Nabi Musa untuk melemparkan tongkatnya.
Kemudian Musa melemparkan tongkatnya, maka tiba-tiba ia menelan benda-benda palsu yang mereka ada-adakan itu.
Tafsir ringkas
Kemudian Musa melemparkan tongkatnya, maka tiba-tiba saja tongkat itu berubah menjadi ular besar yang sangat menakutkan, kemudian ia, ular besar itu menelan benda-benda yang kelihatan seperti ular itu, padahal itu adalah benda-benda yang palsu yang mereka ada-adakan itu, karena berasal dari sihir, dan sihir itu berasal dari setan.
46
فَاُلْقِيَ السَّحَرَةُ سٰجِدِيْنَ ۙ
Maka menyungkurlah para pesihir itu, bersujud.
Tafsir ringkas
Sehabis menelan “ular-ular” para pesihir, Nabi Musa mengambil tongkatnya kembali. Melihat kejadian yang sangat dramatis ini, para pesihir tertegun, terpana, dan merasa terkalahkan. Mereka yakin bahwa Nabi Musa bukanlah penyihir. Lalu serta merta mereka bersujud. Maka, tanpa menunggu lebih lama lagi menyungkurlah para pesihir itu, bersujud di tanah tanpa ragu-ragu, karena mereka telah menemukan kebenaran.
47
قَالُوْٓا اٰمَنَّا بِرَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ۙ
Mereka berkata, “Kami beriman kepada Tuhan seluruh alam,
Tafsir ringkas
Para pesihir berkata dengan penuh keyakinan “Kami beriman, yakin, dan percaya kepada Tuhan pencipta seluruh alam sebagaimana yang diyakini oleh Musa, yaitu Tuhan Musa dan Harun, Tuhan seluruh alam."
48
رَبِّ مُوْسٰى وَهٰرُوْنَ
(yaitu) Tuhannya Musa dan Harun.”
Tafsir ringkas
Para pesihir berkata dengan penuh keyakinan “Kami beriman, yakin, dan percaya kepada Tuhan pencipta seluruh alam sebagaimana yang diyakini oleh Musa. yaitu Tuhan Musa dan Harun, Tuhan seluruh alam."
Dia (Fir‘aun) berkata, “Mengapa kamu beriman kepada Musa sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya dia pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu. Nanti kamu pasti akan tahu (akibat perbuatanmu). Pasti akan kupotong tangan dan kakimu bersilang dan sungguh, akan kusalib kamu semuanya.”
Tafsir ringkas
Dengan dikalahkannya para pesihir itu, posisi Fir’aun semakin terdesak. Padahal kejadian ini disaksikan banyak sekali penduduk yang berkerumun. Fir’aun lalu berkata kapada para pesihir dengan suara lantang dan menggertak dengan nada geram, “Mengapa kamu beriman kepada Musa sebelum aku memberi izin kepadamu? Padahal aku adalah pemimpin yang ditaati dan ditakuti. Sesungguhnya dia, Musa, pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu." Lalu Fir’aun mengancam mereka, "Nanti kamu pasti akan tahu akibat perbuatanmu. Pasti akan kupotong tangan dan kakimu bersilang dan sungguh, akan kusalib kamu semuanya di tiang sampai kamu mati di tiang salib itu.
Mereka berkata, “Tidak ada yang kami takutkan, karena kami akan kembali kepada Tuhan kami.
Tafsir ringkas
Namun ancaman Fir’aun tidak menyurutkan tekad mereka untuk terus beriman kepada Allah. Demikianlah hati jika sudah tenteram dengan keimanan tidak akan mudah goyah dengan ancaman apa pun. Para pesihir itu bahkan berani berterus terang dengan keimanan mereka. Mereka berkata, “Tidak ada sama sekali yang kami takutkan dengan semua yang engkau ancamkan kepada kami, karena pada akhirnya kami semua akan mati, kami akan kembali kepada Tuhan kami dan kami harus mempertanggungjawabkan perbuatan kami di hadapan Tuhan kami.
Sesungguhnya kami sangat menginginkan sekiranya Tuhan kami akan mengampuni kesalahan kami, karena kami menjadi orang yang pertama-tama beriman.”
Tafsir ringkas
Mereka terus berkata, "Sesungguhnya kami sangat menginginkan sekiranya Tuhan kami akan mengampuni segala kesalahan yang kami perbuat karena perbuatan sihir kami, ketaatan kami kepada Fir’aun, dan lain-lainnya, karena kami menjadi orang yang pertama-tama beriman kepada Tuhan Musa dan Harun."
Dan Kami wahyukan (perintahkan) kepada Musa, “Pergilah pada malam hari dengan membawa hamba-hamba-Ku (Bani Israil), sebab pasti kamu akan dikejar.”
Tafsir ringkas
Walaupun Fir’aun telah kalah dalam pertarungan, tapi tetap saja dia angkuh dan sombong, dan bahkan terus menindas Bani Israil di Mesir. Nabi Musa terus berdakwah beberapa tahun lamanya. Sampai pada puncaknya, Allah memerintahkan Nabi Musa untuk keluar dari tanah Mesir menuju ke negeri yang dijanjikan yaitu di baitul Maqdis. Dan Kami wahyukan serta Kami perintahkan kepada Musa, “Pergilah pada malam hari dengan membawa serta hamba-hamba-Ku, yaitu Bani Israil, keluar dari tanah Mesir, agar mereka lepas dari kezaliman raja Fir’aun, sebab pasti kamu akan dikejar. Jika kamu keluar pada malam hari, kamu akan sampai di tepi laut pada pagi harinya. Mereka yang mengejar di pagi hari tidak akan mampu mengejarmu, karena saat itu kamu sudah berada di laut." Mendengar Nabi Musa dan Bani Israil keluar dari Mesir, Fir’aun memerintahkan kaumnya untuk mengejar Nabi Musa dan Bani Israil.
Kemudian Fir‘aun mengirimkan orang ke kota-kota (untuk mengumpulkan bala tentaranya).
Tafsir ringkas
Kemudian Fir‘aun mengirimkan orang ke kota-kota untuk memobilisasi umum bala tentaranya dan pengikutnya dalam rangka mengejar Nabi Musa kemudian membunuhnya. Setelah Fir’aun melihat jumlah bala tentaranya demikian besar, dia menganggap remeh Nabi Musa dan Bani Israil. Tapi sebenarnya Fir’aun sudah merasa panik dan galau.
54
اِنَّ هٰٓؤُلَاۤءِ لَشِرْذِمَةٌ قَلِيْلُوْنَۙ
(Fir‘aun berkata), “Sesungguhnya mereka (Bani Israil) hanya sekelompok kecil,
Tafsir ringkas
Fir‘aun berkata kepada para pembesarnya, “Sesungguhnya mereka Bani Israil itu hanya sekelompok kecil. Jumlah mereka sangat tidak sebanding dengan tentara kita. Kita akan dengan mudah bisa mengalahkan mereka."
55
وَاِنَّهُمْ لَنَا لَغَاۤىِٕظُوْنَ ۙ
dan sesungguhnya mereka telah berbuat hal-hal yang menimbulkan amarah kita,
Tafsir ringkas
Dan sesungguhnya mereka, Bani Israil itu, telah berbuat hal-hal yang menimbulkan amarah kita, seperti ajakan mereka kepada kita untuk menyembah Tuhan mereka, padahal mereka adalah bawahan dan rakyat jelata kita.
56
وَاِنَّا لَجَمِيْعٌ حٰذِرُوْنَ ۗ
dan sesungguhnya kita semua tanpa kecuali harus selalu waspada.”
Tafsir ringkas
"Dan sesungguhnya kita semua, tanpa kecuali, harus selalu waspada, mawas diri terhadap segala kemungkinan yang akan terjadi yang diperbuat oleh Musa dan Bani Israil." Kemudian Fir’aun bergerak mengejar Nabi Musa dan meninggalkan Mesir.
57
فَاَخْرَجْنٰهُمْ مِّنْ جَنّٰتٍ وَّعُيُوْنٍ ۙ
Kemudian, Kami keluarkan mereka (Fir‘aun dan kaumnya) dari taman-taman dan mata air,
Tafsir ringkas
Kemudian, Kami keluarkan mereka, yaitu Fir‘aun dan kaumnya, dari taman-taman dan mata air, yang sangat indah yang mereka punyai demi untuk sesuatu tujuan yang batil. Dan Kami keluarkan mereka juga dari harta kekayaan dan kedudukan yang mulia yang mereka dapatkan.
58
وَّكُنُوْزٍ وَّمَقَامٍ كَرِيْمٍ ۙ
dan (dari) harta kekayaan dan kedudukan yang mulia,
Tafsir ringkas
Kemudian, Kami keluarkan mereka, yaitu Fir‘aun dan kaumnya, dari taman-taman dan mata air, yang sangat indah yang mereka punyai demi untuk sesuatu tujuan yang batil. Dan Kami keluarkan mereka juga dari harta kekayaan dan kedudukan yang mulia yang mereka dapatkan.
demikianlah, dan Kami anugerahkan semuanya (itu) kepada Bani Israil.
Tafsir ringkas
Demikianlah, dan Kami anugerahkan semuanya itu kepada Bani Israil. Merekalah pada akhirnya yang mewarisi kekayaan Fir’aun dan peng-ikutnya setelah semuanya binasa.
60
فَاَتْبَعُوْهُمْ مُّشْرِقِيْنَ
Lalu (Fir‘aun dan bala tentaranya) dapat menyusul mereka pada waktu matahari terbit.
Tafsir ringkas
Lalu Fir‘aun dan bala tentaranya dapat menyusul mereka Musa dan Bani Israil, pada waktu matahari terbit di pagi hari. Kedua kekuatan berada pada jarak yang semakin dekat. Situasi sudah sangat menegangkan.