Logo Masjid DKM Al Hikmah
Masjid DKM Al Hikmah
Asy-Syu'ara'

QS. Asy-Syu'ara': Para Penyair

227 ayat • Makkiyah • Sumber: api.myquran.com

61

فَلَمَّا تَرَاۤءَ الْجَمْعٰنِ قَالَ اَصْحٰبُ مُوْسٰٓى اِنَّا لَمُدْرَكُوْنَ ۚ

Maka ketika kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa, “Kita benar-benar akan tersusul.”

Tafsir ringkas

Maka ketika kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa dengan nada gemetar dan takut “Kita benar-benar akan tersusul, oleh Fir’aun dan bala tentaranya."

62

قَالَ كَلَّاۗ اِنَّ مَعِيَ رَبِّيْ سَيَهْدِيْنِ

Dia (Musa) menjawab, “Sekali-kali tidak akan (tersusul); sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku.”

Tafsir ringkas

Dia Musa menjawab dengan tenang dan meyakinkan, “Sekali-kali tidak akan tersusul. Sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku. Tuhanku yang menyuruhku keluar dari Mesir, maka pasti Tuhanku jualah yang akan melindungi kita dengan cara-Nya sendiri."

63

فَاَوْحَيْنَآ اِلٰى مُوْسٰٓى اَنِ اضْرِبْ بِّعَصَاكَ الْبَحْرَۗ فَانْفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍ كَالطَّوْدِ الْعَظِيْمِ ۚ

Lalu Kami wahyukan kepada Musa, “Pukullah laut itu dengan tongkatmu.” Maka terbelahlah lautan itu, dan setiap belahan seperti gunung yang besar.

Tafsir ringkas

Pada saat genting seperti inilah, Allah memerintahkan kepada Nabi Musa untuk memukulkan tongkatnya ke laut. Allah sebenarnya bisa membelahkan laut tanpa harus ada penyebab berupa pukulan tongkat, tapi Allah ingin agar manusia tetap berusaha. Lalu Kami wahyukan kepada Musa, “Pukullah laut itu dengan tongkatmu.” Lalu Nabi Musa memukulkan tongkatnya ke laut, Maka seketika itu, terbelahlah lautan itu menjadi daratan yang bisa dilalui oleh Nabi Musa. Daratan itu terdiri dari dua belas belahan, sesuai dengan kelompok yang ada pada Bani Israil. Dan setiap belahan seperti gunung yang besar.

64

وَاَزْلَفْنَا ثَمَّ الْاٰخَرِيْنَ ۚ

Dan di sanalah Kami dekatkan golongan yang lain.

Tafsir ringkas

Dan di sanalah Kami dekatkan golongan yang lain, yaitu Fir’aun dan bala tentaranya, sebagai cara Kami sebelum menenggelamkan mereka. Lalu Fir’aun dan bala tentaranya mengejar Nabi Musa melalui jalan yang terbelah itu. Kemudian setelah semuanya berada di tengah laut, Kami kembalikan daratan itu menjadi laut kembali, sehingga Fir’aun dan semua bala tentaranya mati tenggelam.

65

وَاَنْجَيْنَا مُوْسٰى وَمَنْ مَّعَهٗٓ اَجْمَعِيْنَ ۚ

Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang bersamanya.

Tafsir ringkas

Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang bersamanya sebagai balasan atas kesabaran mereka dalam mengahadapi Fir’aun dan kekejamannya, dan atas kesabaran taat kepada ajakan Nabi Musa untuk berhijrah dari negeri Mesir.

66

ثُمَّ اَغْرَقْنَا الْاٰخَرِيْنَ ۗ

Kemudian Kami tenggelamkan golongan yang lain.

Tafsir ringkas

Kemudian Kami tenggelamkan golongan yang lain yaitu Fir’aun dan bala tentaranya, sebagai balasan atas kesombongan dan kekafiran mereka.

67

اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً ۗوَمَا كَانَ اَكْثَرُهُمْ مُّؤْمِنِيْنَ

Sungguh, pada yang demikian itu terdapat suatu tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.

Tafsir ringkas

Sungguh, pada yang demikian itu, yaitu binasanya orang yang durhaka dan selamatnya orang yang beriman, terdapat suatu tanda kekuasaan Allah yang demikian besar, tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.

68

وَاِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ ࣖ

Dan sesungguhnya Tuhanmu Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.

Tafsir ringkas

Dan sesungguhnya Tuhanmu Dialah Yang Mahaperkasa Mahakuat atas segala sesuatu, tidak ada yang bisa mengalahkan-Nya, Disisi lain, Dia Maha Penyayang bagi mereka yang beriman dan mau kembali ke jalan Allah.

69

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَاَ اِبْرٰهِيْمَ ۘ

Dan bacakanlah kepada mereka kisah Ibrahim.

Tafsir ringkas

Ayat-ayat berikut ini menyebutkan beberapa kisah Nabi Ibrahim ketika menyeru kaumnya untuk mengesakan Allah. Dan bacakanlah kepada mereka, kaum musyrik Mekah, kisah perjuangan Nabi Ibrahim. Kaum musyrik menganggap bahwa mereka adalah penerus agama Nabi Ibrahim dan anaknya Ismail, padahal hal itu sama sekali bertentangan dengan agama Ibrahim yang sebenarnya, yaitu agama tauhid.

70

اِذْ قَالَ لِاَبِيْهِ وَقَوْمِهٖ مَا تَعْبُدُوْنَ

Ketika dia (Ibrahim) berkata kepada ayahnya dan kaumnya, “Apakah yang kamu sembah?”

Tafsir ringkas

Ketika dia Ibrahim berkata kepada ayahnya dan kaumnya, yang menyembah berhala di Irak selatan, “Apakah yang kamu sembah? bukankah itu benda mati yang dibuat dengan tanganmu sendiri?"

71

قَالُوْا نَعْبُدُ اَصْنَامًا فَنَظَلُّ لَهَا عٰكِفِيْنَ

Mereka menjawab, “Kami menyembah berhala-berhala dan kami senantiasa tekun menyembahnya.”

Tafsir ringkas

Mereka menjawab, "Kami menyembah berhala-berhala dan kami senantiasa tekun menyembahnya setiap saat." Nabi Ibrahim mencoba berdialog dengan mereka dan mengajak mereka berpikir secara rasional, tidak secara emosional.

72

قَالَ هَلْ يَسْمَعُوْنَكُمْ اِذْ تَدْعُوْنَ ۙ

Dia (Ibrahim) berkata, “Apakah mereka mendengarmu ketika kamu berdoa (kepadanya)?

Tafsir ringkas

Ibrahim berkata dalam bentuk kalimat tanya agar mereka mulai berpikir, “Apakah mereka, tuhan yang kamu sembah itu, mendengarmu ketika kamu berdoa kepadanya sehingga kamu pantas untuk menyembahnya?". Alasan seorang menyembah sesuatu adalah dalam rangka mendatangkan kemanfaatan dan menolak bahaya.

73

اَوْ يَنْفَعُوْنَكُمْ اَوْ يَضُرُّوْنَ

Atau (dapatkah) mereka memberi manfaat atau mencelakakan kamu?”

Tafsir ringkas

"Atau, dapatkah mereka memberi manfaat kepada kamu seperti rezeki, jika kamu menyembahnya atau mencelakakan kamu jika kamu tidak menyembahnya?" lanjut Nabi Ibrahim

74

قَالُوْا بَلْ وَجَدْنَآ اٰبَاۤءَنَا كَذٰلِكَ يَفْعَلُوْنَ

Mereka menjawab, “Tidak, tetapi kami dapati nenek moyang kami berbuat begitu.”

Tafsir ringkas

Mereka menjawab, “Tidak, mereka tidak memberikan kemanfaatkan dan mendatangkan bahaya, tetapi kami dapati nenek moyang kami berbuat begitu.” Mereka berbangga dengan perilaku seperti itu. Inilah bentuk taklid buta, yaitu mengikuti cara beribadah orang lain walaupun hal itu salah.

75

قَالَ اَفَرَءَيْتُمْ مَّا كُنْتُمْ تَعْبُدُوْنَ ۙ

Dia (Ibrahim) berkata, “Apakah kamu memperhatikan apa yang kamu sembah,

Tafsir ringkas

Ibrahim berkata, “Apakah kamu memperhatikan dengan sebenar-benarnya apa yang kamu sembah, apakah hal itu pantas kamu lakukan?

76

اَنْتُمْ وَاٰبَاۤؤُكُمُ الْاَقْدَمُوْنَ ۙ

kamu dan nenek moyang kamu yang terdahulu?

Tafsir ringkas

Kamu dan nenek moyang kamu yang terdahulu?" Nabi Ibrahim lantas memperlihatkan sikapnya yang tegas dan bernada permusuhan, karena dalam hal keimanan dan ibadah tidak ada kompromi dengan siapa pun.

77

فَاِنَّهُمْ عَدُوٌّ لِّيْٓ اِلَّا رَبَّ الْعٰلَمِيْنَ ۙ

Sesungguhnya mereka (apa yang kamu sembah) itu musuhku, lain halnya Tuhan seluruh alam,

Tafsir ringkas

"Sesungguhnya mereka, yakni apa yang kamu sembah, itu musuhku, karena mereka adalah setan dalam bentuk berhala lain halnya Tuhan seluruh alam yang banyak sekali memberikan anugerah kepadaku dan kepada kamu sekalian." demikian Nabi Ibrahim menyebutkan satu persatu anugerah Tuhannya agar mereka sadar akan kekeliruan mereka dan mengikuti ajakan Nabi Ibrahim.

78

الَّذِيْ خَلَقَنِيْ فَهُوَ يَهْدِيْنِ ۙ

(yaitu) Yang telah menciptakan aku, maka Dia yang memberi petunjuk kepadaku,

Tafsir ringkas

Nabi Ibrahim melanjutkan keterangannnya, Dia adalah Zat yang telah menciptakan aku dalam sebaik-baiknya bentuk dan aku diberi kesempatan dalam hidupku untuk menyembah Allah, maka Dia yang memberi petunjuk kepadaku, menuju ke jalan yang benar melalui wahyu yang diberikan kepadaku.

79

وَالَّذِيْ هُوَ يُطْعِمُنِيْ وَيَسْقِيْنِ ۙ

dan Yang memberi makan dan minum kepadaku;

Tafsir ringkas

Dan Yang memberi makan dan minum kepadaku, melalui rezeki dari air hujan yang menyuburkan tanah sehingga menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. Dari situlah aku makan dan minum.

80

وَاِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِيْنِ ۙ

dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku,

Tafsir ringkas

Dan apabila aku sakit, Dialah pada hakikatnya yang menyembuhkan aku, baik melalui sebab atau tidak.

Ayat 61–80 dari 227
arrow_back Semua surah