Dan sungguh, dia (Isa) itu benar-benar menjadi pertanda akan datangnya hari Kiamat. Karena itu, janganlah kamu ragu-ragu tentang (Kiamat) itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.
Tafsir ringkas
Dan sungguh dia, yakni Nabi Isa yang mengagumkan itu yang lahir tanpa ayah, dan dianugerahi kemampuan menghidupkan orang mati serta menyembuhkan berbagai macam penyakit, benar-benar menjadi pertanda akan datangnya hari Kiamat. Karena itu, janganlah kamu ragu-ragu sedikit pun tentang kepastian datangnya hari Kiamat itu dan ikutilah Aku dengan mengikuti ajaran-ajaran yang disampaikan oleh rasul-Ku. Inilah jalan yang lurus yang dapat menyelamatkan kamu dari siksaan-Ku di dunia dan di akhirat.
Dan janganlah kamu sekali-kali dipalingkan oleh setan; sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.
Tafsir ringkas
Dan oleh sebab itu, Allah dengan tegas memperingatkan mereka dengan mengatakan, “Janganlah kamu sekali-kali di palingkan oleh setan dari jalan-Ku yang lurus itu sehingga menyimpang dari ajaran-ajaran-Ku. Sungguh, setan itu merupakan musuh yang nyata bagimu yang selalu membawa kamu kepada kesesatan.”
Dan ketika Isa datang membawa keterangan, dia berkata, “Sungguh, aku datang kepadamu dengan membawa hikmah dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu perselisihkan, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
Tafsir ringkas
Dan ketika Nabi Isa datang kepada kaumnya, Bani Israil, membawa keterangan yang nyata yang bersumber dari Allah, dia lalu berkata, “Sungguh, aku datang kepadamu, wahai kaumku dengan membawa hikmah, yakni ajaran-ajaran dan hukum-hukum yang bersumber dari Allah yang dapat menyelamatkan kamu dan untuk menjelaskan kepada-mu sebagian dari apa yang kamu perselisihkan dari ajaran-ajaran agama yang di turunkan Allah di dalam Taurat. Maka bertakwalah kamu kepada Allah dengan melaksanakan segala yang di perintahkan-Nya dan meninggalkan larangan-larangan-Nya dan taatlah pula kepadaku dengan mengikuti tuntunan yang aku sampaikan kepadamu.
Sungguh Allah, Dia Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia. Ini adalah jalan yang lurus.”
Tafsir ringkas
Sungguh Allah yang kamu takuti, taati, dan patuhi itu, Dialah Tuhanku dan Tuhanmu yang telah menciptakan aku dan kamu dan telah memberikan berbagai nikmat kepadaku dan kepadamu, maka sembahlah Dia satu-satunya, jangan menyekutukan Dia dengan yang lain. Ini adalah jalan yang lurus yang dapat menyelamatkan kamu dari siksaan-Nya yang amat pedih.”
Tetapi golongan-golongan (yang ada) saling berselisih di antara mereka; maka celakalah orang-orang yang zalim karena azab pada hari yang pedih (Kiamat).
Tafsir ringkas
Akan tetapi, golongan-golongan yang ada saling berselisih di antara mereka mengenai pribadi Nabi Isa yang agung dan hamba Allah yang lahir tanpa ayah itu. Maka, celakalah orang-orang yang zalim itu karena perselisihan mereka dan mengingkari Isa sebagai utusan Allah dan menentang ajaran agama yang dibawanya karena azab hari yang amat pedih pada hari Kiamat kelak.
Apakah mereka hanya menunggu saja kedatangan hari Kiamat yang datang kepada mereka secara mendadak sedang mereka tidak menyadarinya?
Tafsir ringkas
Dengan pembangkangan mereka untuk mengakui Nabi Isa sebagai rasul Allah dan pengingkaran mereka terhadap ajaran-Nya, lalu Allah mengatakan bahwa apakah mereka dengan keadaan yang demikian itu hanya menunggu saja kedatangan hari Kiamat yang datang kepada mereka secara mendadak, tanpa mereka mengetahui sebelumnya, sedang mereka tidak menyadarinya karena mereka selalu sibuk dengan pertengkaran mereka?
Teman-teman karib pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa.
Tafsir ringkas
Teman-teman karib pada hari Kiamat itu sebagian mereka menjadi musuh bagi yang lainnya karena hubungan pertemanan mereka terjalin atas dasar kezaliman, tidak atas dasar kebaikan dan kemaslahatan, kecuali orang-orang yang bertakwa yang tidak saling bermusuhan karena pertemanan dan persahabatan mereka terjalin atas dasar ketaatan kepada Allah.
”Wahai hamba-hamba-Ku! Tidak ada ketakutan bagimu pada hari itu dan tidak pula kamu bersedih hati.
Tafsir ringkas
Allah telah menggambarkan dalam ayat-ayat yang lalu tentang keadaan Bani Israil yang memperoleh azab yang amat pedih di hari Kiamat karena ke zaliman mereka. Selanjutnya, Allah menggambarkan ke nikmatan yang akan di peroleh oleh orang-orang saleh di dalam surga. “Wahai hamba-hamba-Ku yang mengikuti jalan-Ku yang lurus! Tidak ada ketakutan bagimu pada hari Kiamat itu dan tidak pula kamu bersedih hati dalam menghadapi keadaan apa pun pada hari itu.
(Yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan mereka berserah diri.
Tafsir ringkas
Orang-orang yang tidak takut dan tidak bersedih hati itu ialah orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami yang tertulis yang dibawa oleh para rasul utusan Kami serta yang terhampar di alam ini, dan mereka berserah diri dengan sepenuhnya kepada Allah dengan melaksanakan ajaran-ajaran-Nya.
Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan pasanganmu akan digembirakan.”
Tafsir ringkas
Di hari Kiamat kelak kami akan memerintahkan mereka, "Masuklah kamu semua ke dalam surga, kamu dan pasangan-pasanganmu, yaitu suami atau istrimu yang berserah diri kepada Allah dengan sepenuhnya itu akan selalu di gembirakan dengan segala pelayanan dan ke nikmatan surga yang sangat menyenangkan.”
Kepada mereka diedarkan piring-piring dan gelas-gelas dari emas, dan di dalam surga itu terdapat apa yang diingini oleh hati dan segala yang sedap (dipandang) mata. Dan kamu kekal di dalamnya.
Tafsir ringkas
Di dalam surga nanti kepada mereka yang beriman dan bertakwa itu diedarkan piring-piring dari emas yang berisi aneka macam makanan yang lezat dan juga gelas-gelas minum yang berisi aneka macam minuman yang lezat, dan di dalamnya, yakni di dalam surga itu terdapat apa saja yang di ingini oleh hati dan segala yang sedap di pandang mata. Dan kamu sekalian, wahai orang-orang yang bertakwa dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, akan menjadi orang-orang yang kekal di dalamnya.
Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal perbuatan yang telah kamu kerjakan.
Tafsir ringkas
Dan itulah surga dengan segala ke nikmatan yang kamu dapatkan di dalamnya yang di wariskan atau di anugerahkan kepada kamu di sebabkan karena amal-amal perbuatan baik yang senantiasa telah kamu kerjakan sewaktu kamu berada di dunia dahulu.
Di dalam surga itu terdapat banyak buah-buahan untukmu yang sebagiannya kamu makan.
Tafsir ringkas
Di dalam surga itu terdapat banyak buah-buahan yang lezat rasanya dan beraneka macam rupanya. Semua itu di siapkan untukmu, namun hanya sebagiannya yang dapat kamu makan karena begitu banyaknya sehingga kamu tidak mampu menghabiskannya.
Sungguh, orang-orang yang berdosa itu kekal di dalam azab neraka Jahanam.
Tafsir ringkas
Apa yang telah di sebutkan pada ayat-ayat sebelumnya merupakan balasan bagi orang-orang yang beriman, bertakwa, dan menyerahkan diri secara tulus kepada Allah. Sebaliknya, pada ayat-ayat berikut digambarkan balasan bagi orang-orang yang berdosa. Sungguh, orang-orang yang berdosa itu, yakni yang melanggar aturan-aturan Allah, kekal di dalam azab neraka Jahanam sebagai balasan atas amal jahat yang mereka lakukan.
Tidak diringankan (azab) itu dari mereka, dan mereka berputus asa di dalamnya.
Tafsir ringkas
Azab neraka yang di timpakan kepada mereka itu tidak akan di ringankan dan di kurangi sedikit pun dari mereka. Karena azab dan siksa yang diterimanya itu, mereka selamanya berputus asa di dalamnya karena mereka tidak dapat melepaskan diri dari siksaan itu.
Dan tidaklah Kami menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri.
Tafsir ringkas
Dan dengan siksaan yang mereka dapatkan itu, tidaklah Kami menzalimi atau menganiaya mereka sedikit pun, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri sehingga mereka mendapatkan azab itu.
Dan mereka berseru, “Wahai (Malaikat) Malik! Biarlah Tuhanmu mematikan kami saja.” Dia menjawab, “Sungguh, kamu akan tetap tinggal (di neraka ini).”
Tafsir ringkas
Dan ketika para pendosa itu mendapatkan siksaan yang amat pedih di dalam neraka, mereka berseru kepada Malaikat Malik yang memimpin penjaga neraka dengan berkata, “Wahai malaikat Malik! Biarlah Tuhanmu, yaitu dengan memohon kepada-Nya agar Dia mematikan kami saja karena kalau kami sudah di matikan, kami tidak akan merasakan lagi siksaan yang amat pedih ini.” Dia, yakni malaikat Malik, menjawab, “Sungguh, kamu tidak akan dimatikan oleh Allah, dan kamu akan tetap tinggal di neraka ini untuk merasakan siksaan yang amat pedih ini.”
Sungguh, Kami telah datang membawa kebenaran kepada kamu tetapi kebanyakan di antara kamu benci pada kebenaran itu.
Tafsir ringkas
Ayat-ayat yang lalu menggambarkan siksaan yang amat pedih yang di rasakan di dalam neraka oleh orang-orang yang kafir terhadap wahyu-wahyu Allah. Ayat berikut menggambarkan pengingkaran orang-orang Mekah terhadap kebenaran yang dibawa oleh Rasulullah. Allah berfirman, “Sesungguhnya Kami melalui rasul yang telah Kami utus dan wahyu-wahyu yang Kami turunkan benar-benar telah membawa kebenaran yang amat sempurna kepada kamu yang bersumber dari Kami, tetapi kebanyakan di antara kamu benar-benar benci pada kebenaran itu sehingga kamu tidak mau mempercayainya.
79
اَمْ اَبْرَمُوْٓا اَمْرًا فَاِنَّا مُبْرِمُوْنَۚ
Ataukah mereka telah merencanakan suatu tipu daya (jahat), maka sesungguhnya Kami telah berencana (mengatasi tipu daya mereka).
Tafsir ringkas
Penduduk Mekah itu sebenarnya tidak hanya membenci kebenaran yang di bawa oleh rasul Kami itu, tetapi bahkan mereka telah merencanakan dengan mantap suatu tipu daya jahat untuk membendung dan menghalangi penyebaran ajaran Islam, menganiaya para pembela agama itu, dan bahkan merencanakan pembunuhan terhadap rasul Kami. Apa yang mereka rencanakan itu tidak akan Kami biarkan, maka untuk itu sesungguhnya Kami telah berencana dengan sangat baik dan rapi untuk mengalahkan dan mengatasi semua tipu daya mereka.”
Ataukah mereka mengira, bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka? Sebenarnya (Kami mendengar), dan utusan-utusan Kami (malaikat) selalu mencatat di sisi mereka.
Tafsir ringkas
Dalam keadaan demikian, Allah mengajukan pertanyaan yang berisi kecaman atas rencana mereka dengan mengatakan, “Apakah mereka mengira bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka? Apa yang mereka duga itu merupakan suatu kekeliruan yang amat besar karena sebenarnya Kami mendengar semua yang mereka rencanakan itu, dan utusan-utusan Kami, yakni malaikat yang mencatat amal baik dan buruk selalu mencatat di sisi mereka apa yang mereka niatkan, katakan, dan kerjakan.