Katakanlah (Muhammad), “Jika benar Tuhan Yang Maha Pengasih mempunyai anak, maka akulah orang yang mula-mula memuliakan (anak itu).
Tafsir ringkas
Pada ayat-ayat yang lalu, Allah menggambarkan pengingkaran orang-orang kafir Mekah terhadap kebenaran yang di bawa oleh Nabi Muhammad. Pada ayat ini, Allah menggambarkan bantahan terhadap kepercayaan mereka bahwa Tuhan mempunyai anak. “Katakanlah, wahai Muhammad, "Jika benar dan terbukti bahwa Tuhan Yang Maha Pengasih mempunyai anak, seperti yang kamu duga, maka akulah orang yang mula-mula memuliakan anak itu." Akan tetapi, ternyata apa yang mereka duga itu tidak terbukti.
Mahasuci Tuhan pemilik langit dan bumi, Tuhan pemilik ‘Arsy, dari apa yang mereka sifatkan itu.”
Tafsir ringkas
Mahasuci Tuhan pemelihara langit dan bumi, Tuhan pemilik ‘Arsy, dari segala kekurangan, Mahasuci Allah Yang Maha Esa dari apa yang mereka sifatkan itu.
Maka biarkanlah mereka tenggelam (dalam kesesatan) dan bermain-main sampai mereka menemui hari yang dijanjikan kepada mereka.
Tafsir ringkas
Jika mereka tetap bersikeras dengan kesesatan itu, maka biarkanlah mereka, wahai Nabi Muhammad, tenggelam dalam kesesatannya dan bermain-main dengan kesesatan yang mereka yakini itu sampai mereka menemui hari yang di janjikan kepada mereka, yakni hari Kiamat di mana mereka akan mempertanggungjawabkan semua amal yang telah mereka lakukan.
Dan Dialah Tuhan (yang disembah) di langit dan Tuhan (yang disembah) di bumi dan Dialah Yang Mahabijaksana, Maha Mengetahui.
Tafsir ringkas
Dan Dialah Tuhan Yang Mahasuci dari segala kekurangan, Dialah Tuhan yang disembah di langit dan Dia pulalah Tuhan yang disembah di bumi dan Dialah Yang Mahabijaksana terhadap semua yang di ciptakan-Nya, Maha Mengetahui terhadap segala sesuatu yang nyata maupun yang tersembunyi.
Dan Mahasuci (Allah) yang memiliki kerajaan langit dan bumi, dan apa yang ada di antara keduanya; dan di sisi-Nyalah ilmu tentang hari Kiamat dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.
Tafsir ringkas
Dan Mahasuci Allah yang keberkatan dan kebajikan-Nya amat banyak, Dia merupakan pemilik kerajaan langit dan bumi, dan juga pemilik apa yang ada di antara keduanya, baik yang diketahui oleh manusia maupun yang tersembunyi dari mereka. Dan, di sisi-Nyalah ilmu tentang segala keadaan yang menyangkut hari Kiamat dan hanya kepada-Nyalah kamu di kembalikan untuk mempertanggungjawabkan semua amal yang telah di lakukan.
Dan orang-orang yang menyeru kepada selain Allah tidak mendapat syafaat (pertolongan di akhirat); kecuali orang yang mengakui yang hak (tauhid) dan mereka meyakini.
Tafsir ringkas
Dan Allah menegaskan bahwa orang-orang yang menyeru kepada selain Allah dan menyembah selain-Nya, baik berhala, maupun malaikat, manusia, atau siapa pun tidak mendapat sedikit pun syafaat, yakni pertolongan di akhirat, kecuali orang yang menyaksikan dan mengakui yang hak (tauhid), yakni yang mengesakan Allah dan mereka meyakini apa yang mereka saksikan dan akui itu.
Dan jika engkau bertanya kepada mereka, “Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab, “Allah,” jadi bagaimana mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah),”
Tafsir ringkas
Dan jika engkau, wahai Nabi Muhammad, bertanya kepada mereka, yakni kaum musyrik Mekah mengenai siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab bahwa yang menciptakan mereka adalah Allah. Jadi, bagaimana mereka dapat dipalingkan dari menyembah Allah pada hal mereka mengakui Allah sebagai pencipta mereka, dan Allah mengetahui ucapan mereka itu dan,
dan (Allah mengetahui) ucapannya (Muhammad), “Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka itu adalah kaum yang tidak beriman.”
Tafsir ringkas
ucapannya, yakni ucapan Nabi Muhammad ketika mengadu kepada Allah dengan mengatakan, “Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka itu adalah kaum yang tidak beriman kepada-Mu dan kepada apa yang diturunkan untuk mereka.
Maka berpalinglah dari mereka dan katakanlah, “Salam (selamat tinggal).” Kelak mereka akan mengetahui (nasib mereka yang buruk).
Tafsir ringkas
Allah menyambut pengaduan Nabi Muhammad dengan berfirman, “Maka berpalinglah dari mereka, wahai Nabi Muhammad, dan katakanlah kepada mereka, ‘Salam (selamat tinggal).’ Kelak di dunia ini atau di akhirat nanti, mereka akan mengetahui nasib mereka yang buruk, berupa azab yang amat pedih.1. Hà Mìm