Logo Masjid DKM Al Hikmah
Masjid DKM Al Hikmah
Az-Zariyat

QS. Az-Zariyat: Angin yang Menerbangkan

60 ayat • Makkiyah • Sumber: api.myquran.com

21

وَفِيْٓ اَنْفُسِكُمْ ۗ اَفَلَا تُبْصِرُوْنَ

dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?

Tafsir ringkas

dan di samping itu, sesungguhnya keagungan Allah juga banyak ditemukan pada dirimu sendiri. Sesudah dipahami semua tanda-tanda itu, maka apakah kamu tetap lalai dan tidak memperhatikan semua yang dapat disaksikan itu?

22

وَفِى السَّمَاۤءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوْعَدُوْنَ

Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan apa yang dijanjikan kepadamu.

Tafsir ringkas

dan di langit yang sangat luas itu terdapat pula sebab-sebab datangnya rezekimu seperti cahaya matahari yang menerangi jagat, hujan yang menyuburkan tanah, angin yang bertiup sepoi-sepoi dan selain itu terdapat pula apa yang telah dijanjikan Allah melalui Rasul-Nya kepadamu.

23

فَوَرَبِّ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ اِنَّهٗ لَحَقٌّ مِّثْلَ مَآ اَنَّكُمْ تَنْطِقُوْنَ ࣖ

Maka demi Tuhan langit dan bumi, sungguh, apa yang dijanjikan itu pasti terjadi seperti apa yang kamu ucapkan.

Tafsir ringkas

Setelah menyadari semua kenikmatan itu, maka demi Tuhan Pencipta langit dan bumi, sungguh, apa yang dijanjikan dan yang sering kamu ingkari itu, seperti keniscayaan Kiamat, hari perhitungan, balasan surga, dan azab neraka pasti benar-benar terjadi seperti apa yang telah kamu ucapkan memang benar terjadi dan tidak seorang pun mengingkarinya.

24

هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ ضَيْفِ اِبْرٰهِيْمَ الْمُكْرَمِيْنَۘ

Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tamu Ibrahim (malaikat-malaikat) yang dimuliakan?

Tafsir ringkas

Pada ayat-ayat yang lalu dijelaskan tentang keingkaran orang-orang musyrik dan ancaman Allah terhadap mereka yang pasti akan terjadi. Sedang pada ayat-ayat berikut diterangkan tentang perlakuan Allah terhadap utusan-Nya yang terpilih, yaitu Nabi Ibrahim dengan cara yang berbeda dari kebiasaan pada umumnya. Ayat-ayat ini diawali dengan pertanyaan untuk menarik minat mitra bicara dalam dialognya. "Sudahkah sampai kepadamu wahai Nabi Muhammad cerita tamu terhormat dari Nabi Ibrahim yang sesungguhnya merupakan malaikat-malaikat yang dimuliakan Allah?

25

اِذْ دَخَلُوْا عَلَيْهِ فَقَالُوْا سَلٰمًا ۗقَالَ سَلٰمٌۚ قَوْمٌ مُّنْكَرُوْنَ

(Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan, “Salaman” (salam), Ibrahim menjawab, “Salamun” (salam). (Mereka itu) orang-orang yang belum dikenalnya.

Tafsir ringkas

Sesudah mengemukakan pertanyaan tersebut Allah mengawali kisah ini dengan firman-Nya: Ingatlah, wahai Nabi Muhammad, ketika mereka, yaitu para malaikat itu masuk ke tempatnya, yaitu ke rumah Nabi Ibrahim lalu mengucapkan, “Salàman”, yang maksudnya untuk menyatakan bahwa mereka datang dengan membawa kedamaian dan bukan untuk mengganggu ketenangannya. Ibrahim segera menjawab, “Salàmun”, yang merupakan doa agar kedamaian dan keselamatan selalu tercurah kepada semuanya. Saat menyambut tamunya, Nabi Ibrahim berkata dalam hatinya bahwa mereka itu adalah orang-orang yang belum dikenalnya. 

26

فَرَاغَ اِلٰٓى اَهْلِهٖ فَجَاۤءَ بِعِجْلٍ سَمِيْنٍۙ

Maka diam-diam dia (Ibrahim) pergi menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk (yang dibakar),

Tafsir ringkas

Sesudah Nabi Ibrahim mempersilakan tamunya, maka kemudian dengan diam-diam dia pergi menemui keluarganya, yaitu istrinya untuk menyiapkan jamuan untuk mereka. Kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk yang sudah dibakar,

27

فَقَرَّبَهٗٓ اِلَيْهِمْۚ قَالَ اَلَا تَأْكُلُوْنَ

lalu dihidangkannya kepada mereka (tetapi mereka tidak mau makan). Ibrahim berkata, “Mengapa tidak kamu makan.”

Tafsir ringkas

lalu dihidangkannya hidangan itu kepada mereka, tetapi ternyata mereka tidak mau makan jamuan itu. Segera saja Nabi Ibrahim berkata, “Mengapa tidak kamu makan hidangan ini”.

28

فَاَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيْفَةً ۗقَالُوْا لَا تَخَفْۗ وَبَشَّرُوْهُ بِغُلٰمٍ عَلِيْمٍ

Maka dia (Ibrahim) merasa takut terhadap mereka. Mereka berkata, “Janganlah kamu takut,” dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (Ishak).

Tafsir ringkas

Ketika Nabi Ibrahim melihat tamunya tidak mau menyentuh makanan yang dihidangkan, maka dia kemudian merasa takut terhadap mereka. Melihat ketakutannya, mereka, yaitu para tamu itu berkata, “Janganlah kamu takut wahai Nabi Ibrahim,” Dan, selanjutnya mereka memberi kabar gembira kepadanya, yaitu dengan akan lahirnya seorang anak yang cerdas dan kelak akan menjadi seorang yang alim yang mendalam pengetahuannya yaitu Ishak.

29

فَاَقْبَلَتِ امْرَاَتُهٗ فِيْ صَرَّةٍ فَصَكَّتْ وَجْهَهَا وَقَالَتْ عَجُوْزٌ عَقِيْمٌ

Kemudian istrinya datang memekik (tercengang) lalu menepuk wajahnya sendiri seraya berkata, “(Aku ini) seorang perempuan tua yang mandul.”

Tafsir ringkas

Ketika mendengar berita yang disampaikan para tamu itu tentang akan lahirnya seorang anak yang alim, maka kemudian istrinya, yaitu Sarah datang memekik dengan tercengang karena heran dan gembira. Namun setelah menyadari keadaan dirinya, ia lalu menepuk wajah-nya sendiri seraya berkata, “Aku ini seorang perempuan tua yang mandul, bagaimana mungkin aku bisa melahirkan anak”. 

30

قَالُوْا كَذٰلِكِۙ قَالَ رَبُّكِ ۗاِنَّهٗ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ ۔

Mereka berkata, “Demikianlah Tuhanmu berfirman. Sungguh, Dialah Yang Mahabijaksana, Maha Mengetahui.”

Tafsir ringkas

Ketika para tamu itu mengetahui keraguan Sarah, maka mereka berkata, “Demikianlah, yaitu seperti yang kami sampaikan Tuhanmu berfirman, dan ketetapan-Nya itu yang kami kabarkan. Sungguh, Dialah sendiri Yang Mahabijaksana dengan menempatkan segala sesuatu pada posisinya dan dalam waktu yang paling tepat, lagi Maha Mengetahui terhadap apa saja yang akan terjadi”.

31

قَالَ فَمَا خَطْبُكُمْ اَيُّهَا الْمُرْسَلُوْنَۚ

Dia (Ibrahim) berkata, “Apakah urusanmu yang penting wahai para utusan?”

Tafsir ringkas

Usai menjelaskan kedatangan para malaikat pemberi kabar gembira kepada Nabi Ibrahim tentang akan lahirnya seorang anak yang alim, pada ayat berikut Allah menerangkan bahwa dengan pengetahuannya sebagai seorang rasul, Nabi Ibrahim menduga para malaikat itu datang dengan tujuan lain. Dia berkata, “Apakah urusanmu yang penting, yang dengannya Allah menugaskanmu untuk datang ke wilayah ini, wahai para utusan yang mulia?”

32

قَالُوْٓ اِنَّآ اُرْسِلْنَآ اِلٰى قَوْمٍ مُّجْرِمِيْنَۙ

Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa (kaum Lut),

Tafsir ringkas

Mendapat pertanyaan dari Nabi Ibrahim, mereka menjawab, “Sesungguhnya kami diutus kepada kaum Nabi Lut yang sebagian anggotanya adalah orang yang berdosa dan terang-terangan tanpa malu berbuat homoseksual.

33

لِنُرْسِلَ عَلَيْهِمْ حِجَارَةً مِّنْ طِيْنٍۙ

agar Kami menimpa mereka dengan batu-batu dari tanah (yang keras),

Tafsir ringkas

Kami datang agar kami menimpa mereka yang berdosa dengan batu-batu dari tanah yang keras

34

مُّسَوَّمَةً عِنْدَ رَبِّكَ لِلْمُسْرِفِيْنَ

yang ditandai dari Tuhanmu untuk (membinasakan) orang-orang yang melampaui batas.”

Tafsir ringkas

yang sudah ditandai dari Tuhanmu yang dipersiapkan untuk membinasakan orang-orang yang melampaui batas ajaran-ajaran Allah.

35

فَاَخْرَجْنَا مَنْ كَانَ فِيْهَا مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَۚ

Lalu Kami keluarkan orang-orang yang beriman yang berada di dalamnya (negeri kaum Lut) itu.

Tafsir ringkas

Allah mengkhususkan azabnya kepada mereka yang melampaui batas, sehingga orang-orang yang telah beriman tidak akan merasakan azab tersebut. Sebelum azab Allah datang, para malaikat memperingatkan mereka, lalu Kami, yakni Allah dan subjek lain yang berperan dalam penyelamatan ini, keluarkan orang-orang yang beriman yang berada di dalamnya, 

36

فَمَا وَجَدْنَا فِيْهَا غَيْرَ بَيْتٍ مِّنَ الْمُسْلِمِيْنَۚ

Maka Kami tidak mendapati di dalamnya (negeri itu), kecuali sebuah rumah dari orang-orang Muslim (Lut).

Tafsir ringkas

yakni di negeri kaum Lut, itu agar mereka selamat dari bencana yang segera tiba. Maka para malaikat yang Kami utus tidak mendapati di dalamnya, yaitu di negeri tersebut, kecuali sebuah rumah saja dari orang-orang muslim yang beriman dan mengikuti ajaran Nabi Lut.

37

وَتَرَكْنَا فِيْهَآ اٰيَةً لِّلَّذِيْنَ يَخَافُوْنَ الْعَذَابَ الْاَلِيْمَۗ

Dan Kami tinggalkan padanya (negeri itu) suatu tanda bagi orang-orang yang takut kepada azab yang pedih.

Tafsir ringkas

Kami turunkan azab sebagai peringatan bagi mereka yang ingkar, dan Kami telah tinggalkan pula padanya, yaitu negeri Nabi Lut, suatu tanda yang sangat jelas tentang kebesaran dan kekuasaan Kami. Kami menjadikannya pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab yang pedih.

38

وَفِيْ مُوْسٰىٓ اِذْ اَرْسَلْنٰهُ اِلٰى فِرْعَوْنَ بِسُلْطٰنٍ مُّبِيْنٍ

Dan pada Musa (terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah) ketika Kami mengutusnya kepada Fir‘aun dengan membawa mukjizat yang nyata.

Tafsir ringkas

Usai menceritakan azab yang Allah timpakan kepada kaum Nabi Lut yang ingkar, pada ayat-ayat berikut Allah menyebut kisah umat masa lalu yang mengingkari nabinya. Kisah-kisah itu menunjukkan betapa Allah Mahakuasa, dan pada kisah Nabi Musa juga terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah. Bukti-bukti itu antara lain terlihat ketika Kami mengutusnya kepada Fira‘un, yaitu penguasa Mesir Kuno, dengan membawa tanda kekuasaan Kami, yaitu mukjizat yang nyata dan tidak terbantahkan.

39

فَتَوَلّٰى بِرُكْنِهٖ وَقَالَ سٰحِرٌ اَوْ مَجْنُوْنٌ

Tetapi dia (Fir‘aun) bersama bala tentaranya berpaling dan berkata, “Dia adalah seorang pesihir atau orang gila.”

Tafsir ringkas

Fira‘un melihat mukjizat itu, tetapi dia bersama bala tentaranya berpaling dan dengan angkuh menolak ajakan Nabi Musa karena merasa dirinya berkuasa dan memiliki harta berlimpah. Dia berpaling dan berkata, “Dia, yaitu Nabi Musa, adalah seorang pesihir yang tidak mengenal kemampuan orang lain atau orang gila yang berbuat sesuatu tanpa berpikir terlebih dahulu.” 

40

فَاَخَذْنٰهُ وَجُنُوْدَهٗ فَنَبَذْنٰهُمْ فِى الْيَمِّ وَهُوَ مُلِيْمٌۗ

Maka Kami siksa dia beserta bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut, dalam keadaan tercela.

Tafsir ringkas

Akibat keangkuhan dan penolakan Fira‘un terhadap dakwah Nabi Musa, maka Kami siksa dia beserta bala tentaranya dengan berbagai musibah yang mengerikan, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut bagai barang yang tidak berguna. Kami menenggelamkannya hingga mati dalam keadaan tercela. 

Ayat 21–40 dari 60
arrow_back Semua surah