فَهُوَ فِيْ عِيْشَةٍ رَّاضِيَةٍۚ
Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridai,
Tafsir ringkas
Maka sebagai balasan atas amal salehnya ketika di dunia orang itu berada dalam kehidupan yang menyenangkan dan diridai,
فَهُوَ فِيْ عِيْشَةٍ رَّاضِيَةٍۚ
Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridai,
Maka sebagai balasan atas amal salehnya ketika di dunia orang itu berada dalam kehidupan yang menyenangkan dan diridai,
فِيْ جَنَّةٍ عَالِيَةٍۙ
dalam surga yang tinggi,
sehingga dia benar-benar merasa puas dengan anugerah Allah tersebut yaitu dalam surga yang tinggi tempat dan martabatnya
قُطُوْفُهَا دَانِيَةٌ
buah-buahannya dekat,
Di antara fasilitasnya adalah buah-buahannya dekat sehingga mudah untuk memetiknya.
كُلُوْا وَاشْرَبُوْا هَنِيْۤـًٔا ۢبِمَآ اَسْلَفْتُمْ فِى الْاَيَّامِ الْخَالِيَةِ
(kepada mereka dikatakan), “Makan dan minumlah dengan nikmat karena amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu.”
Kepada mereka dikatakan, “Makan dan minumlah dengan nikmat apa saja yang kamu inginkan. ltu semua adalah ganjaran dari Allah karena amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu.” Demikianlah ke-Mahaadilan Allah, Ia memberikan balasan yang sempurna bagi orang-orang yang bersabar untuk senantiasa taat kepada-Nya selama hidup di dunia.
وَاَمَّا مَنْ اُوْتِيَ كِتٰبَهٗ بِشِمَالِهٖ ەۙ فَيَقُوْلُ يٰلَيْتَنِيْ لَمْ اُوْتَ كِتٰبِيَهْۚ
Dan adapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kirinya, maka dia berkata, “Alangkah baiknya jika kitabku (ini) tidak diberikan kepadaku.
Setelah uraian tentang balasan yang diterima oleh orang-orang yang taat kini giliran diuraikan keadaan orang-orang yang durhaka. Dan adapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kirinya, maka dia berkata dengan penuh kesedihan dan penyesalan, “Alangkah baiknya jika kitab catatan amalku ini tidak diberikan kepadaku.
وَلَمْ اَدْرِ مَا حِسَابِيَهْۚ
Sehingga aku tidak mengetahui bagaimana perhitunganku.
Sehingga aku tidak mengetahui bagaimana perhitungan terhadap diriku.
يٰلَيْتَهَا كَانَتِ الْقَاضِيَةَۚ
Wahai, kiranya (kematian) itulah yang menyudahi segala sesuatu.
Wahai, kiranya kematian yang telah kualami di dunia itulah yang menyudahi segala sesuatu yaitu yang mengakhiri hidupku sehingga tidak perlu mengalami kehidupan seperti ini di akhirat.
مَآ اَغْنٰى عَنِّيْ مَالِيَهْۚ
Hartaku sama sekali tidak berguna bagiku.
Ternyata hartaku yang dengan susah payah kukumpulkan sama sekali tidak berguna bagiku.
هَلَكَ عَنِّيْ سُلْطٰنِيَهْۚ
Kekuasaanku telah hilang dariku.”
Demikian juga dengan kekuasaanku yang dahulu kubanggakan di dunia kini telah hilang dariku.”
خُذُوْهُ فَغُلُّوْهُۙ
(Allah berfirman), “Tangkaplah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya.”
Sudah terjatuh tertimpa tangga. Begitulah gambaran para pendurhaka di akhirat. Di tengah kesedihan yang bercampur ketakutan melihat catatan amalnya kemudian Allah berfirman, “Tangkaplah dia lalu belenggulah yaitu ikatlah tangannya ke lehernya.
ثُمَّ الْجَحِيْمَ صَلُّوْهُۙ
Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala.
Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala.
ثُمَّ فِيْ سِلْسِلَةٍ ذَرْعُهَا سَبْعُوْنَ ذِرَاعًا فَاسْلُكُوْهُۗ
Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta.
Siksaan itu tidak hanya sampai di situ, Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta maksudnya rantai yang sangat panjang."
اِنَّهٗ كَانَ لَا يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ الْعَظِيْمِۙ
Sesungguhnya dialah orang yang tidak beriman kepada Allah Yang Mahabesar.
Mengapa si pendurhaka itu disiksa sedemikian hebat? Inilah yang menjadi penyebabnya. Sesungguhnya dia dahulu ketika di dunia adalah orang yang tidak beriman kepada Allah Yang Mahabesar.
وَلَا يَحُضُّ عَلٰى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِۗ
Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin.
Dan juga dia tidak mendorong dirinya dan orang lain untuk memberi makan orang miskin, padahal dia memiliki kemampuan.
فَلَيْسَ لَهُ الْيَوْمَ هٰهُنَا حَمِيْمٌۙ
Maka pada hari ini di sini tidak ada seorang teman pun baginya.
Atas segala perbuatan buruk yang dilakukan di dunia, maka akhirnya pada hari ini yaitu hari di akhirat, di sini yaitu di neraka, tidak ada seorang teman pun baginya yang dapat menolong atau meringankan siksa yang dia terima.
وَّلَا طَعَامٌ اِلَّا مِنْ غِسْلِيْنٍۙ
Dan tidak ada makanan (baginya) kecuali dari darah dan nanah.
Dan tidak ada pula baginya makanan sedikit pun kecuali berupa gislin yaitu makanan yang terbuat dari darah penghuni neraka dan juga nanah.
لَّا يَأْكُلُهٗٓ اِلَّا الْخَاطِـُٔوْنَ ࣖ
Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa.
Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa yaitu yang secara terus menerus berbuat durhaka.
فَلَآ اُقْسِمُ بِمَا تُبْصِرُوْنَۙ
Maka Aku bersumpah demi apa yang kamu lihat,
Semua yang diuraikan pada ayat-ayat di atas belum terlihat oleh manusia, maka kelompok ayat ini menegaskan tentang kebenaran informasi al-Qur\'an dengan bersumpah menyebut wujud yang terlihat maupun yang tidak terlihat. Maka Aku bersumpah demi apa yang kamu lihat,
وَمَا لَا تُبْصِرُوْنَۙ
dan demi apa yang tidak kamu lihat.
dan demi apa yang tidak kamu lihat dari ciptaan-ciptaan-Ku.
اِنَّهٗ لَقَوْلُ رَسُوْلٍ كَرِيْمٍۙ
Sesungguhnya ia (Al-Qur'an) itu benar-benar wahyu (yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia,
Sesungguhnya ia, Al-Qur’an, itu benar-benar wahyu yang diturunkan kepada Rasul yang mulia yaitu Nabi Muhammad.