Allah mengawali surah ini dengan menyebutkan dua belas peristiwa besar yang akan terjadi pada hari kiama — disebutkan dari ayat 1 s.d. 13. Apabila matahari yang demikian besar digulung dengan mudah seperti halnya serban, hingga cahayanya memudar dan redup.
2
وَاِذَا النُّجُوْمُ انْكَدَرَتْۖ
dan apabila bintang-bintang berjatuhan,
Tafsir ringkas
Dan apabila bintang-bintang yang begitu banyak dan menghiasi cakrawala berjatuhan, tidak berada di garis edarnya lagi akibat hilangnya gaya tarikmenarik antar-benda langit.
3
وَاِذَا الْجِبَالُ سُيِّرَتْۖ
dan apabila gunung-gunung dihancurkan,
Tafsir ringkas
Dan apabila gunung-gunung yang demikian tegar dan kukuh dihancurkan hingga luluh lantak menjadi pasir, kemudian diempaskan oleh angin dahsyat dengan mudahnya seperti gumpalan kapas raksasa yang beterbangan.
4
وَاِذَا الْعِشَارُ عُطِّلَتْۖ
dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak terurus),
Tafsir ringkas
Dan apabila unta-unta yang bunting dan menjadi harta yang dibanggakan ditinggalkan begitu saja dan tidak lagi dipedulikan dan diurus oleh pemiliknya.
5
وَاِذَا الْوُحُوْشُ حُشِرَتْۖ
dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan,
Tafsir ringkas
Hal ini mengisyaratkan betapa besar kebingungan yang meliputi manusia saat kiamat tiba. Dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan untuk diberi balasan bila berbuat aniaya kepada sesamanya. Binatang liar yang saling memusuhi saat itu bisa dikumpulkan menjadi satu dalam suasanya yang sangat menegangkan.
6
وَاِذَا الْبِحَارُ سُجِّرَتْۖ
dan apabila lautan dipanaskan,
Tafsir ringkas
Dan apabila lautan dipanaskan dan dijadikan meluap. Air laut memanas akibat munculnya kobaran api mahadahsyat dari dasarnya.
7
وَاِذَا النُّفُوْسُ زُوِّجَتْۖ
dan apabila roh-roh dipertemukan (dengan tubuh),
Tafsir ringkas
Dan apabila roh-roh dipertemukan dengan tubuh sehingga manusia hidup kembali dalam suasana yang sama sekali berbeda dari kehidupan dunia. Manusia saat itu bergabung dengan manusia lain yang senasib; penaat bersama penaat, begitupun sebaliknya.
8
وَاِذَا الْمَوْءٗدَةُ سُىِٕلَتْۖ
dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya,
Tafsir ringkas
Dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup tanpa dosa dan kesalahan ditanya,
9
بِاَيِّ ذَنْۢبٍ قُتِلَتْۚ
karena dosa apa dia dibunuh?
Tafsir ringkas
karena dosa apa dia dibunuh. Masyarakat jahiliah merasa malu bila mempunyai anak perempuan karena wanita dianggap tidak mempunyai peran apa-apa dalam kehidupan. Untuk menutup rasa malu, mereka rela mengubur anak-anak perempuannya hidup-hidup.
10
وَاِذَا الصُّحُفُ نُشِرَتْۖ
Dan apabila lembaran-lembaran (catatan amal) telah dibuka lebar-lebar,
Tafsir ringkas
Dan apabila lembaran-lembaran yang berisi catatan perbuatan manusia, yang besar maupun yang kecil, dibuka lebar-lebar. Pada saat itu manusia tidak bisa mengelak dari apa yang telah dia perbuat di dunia. Dia yang menerima catatan amal dengan tangan kanan akan berbahagia. Sebaliknya, mereka yang menerima dengan tangan kiri akan celaka.
11
وَاِذَا السَّمَاۤءُ كُشِطَتْۖ
dan apabila langit dilenyapkan,
Tafsir ringkas
Dan apabila langit dilenyapkan. Langit yang semula menjadi atap bagi penduduk bumi akan dikelupas layaknya kulit binatang dikelupas dari tubuhnya.
12
وَاِذَا الْجَحِيْمُ سُعِّرَتْۖ
dan apabila neraka Jahim dinyalakan,
Tafsir ringkas
Dan apabila neraka Jahim dinyalakan dengan suhu panas yang tidak terbayangkan. Neraka itu disediakan bagi mereka yang ingkar kepada Allah.
13
وَاِذَا الْجَنَّةُ اُزْلِفَتْۖ
dan apabila surga didekatkan,
Tafsir ringkas
Dan apabila surga dengan segala kenikmatannya didekatkan kepada mereka yang beriman dan beramal saleh.
14
عَلِمَتْ نَفْسٌ مَّآ اَحْضَرَتْۗ
setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya.
Tafsir ringkas
Pada saat itulah setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya di dunia, apakah perbuatan baik atau buruk.
15
فَلَآ اُقْسِمُ بِالْخُنَّسِۙ
Aku bersumpah demi bintang-bintang,
Tafsir ringkas
Usai menjelaskan ihwal hari kiamat dan kesudahan manusia, Allah beralih menjelaskan kedudukan Al-Qur’an sebagai kalamullah yang didustakan oleh kafir Quraisy. Aku bersumpah demi bintang-bintang yang cahayanya redup di siang hari dan terang di malam hari.
16
الْجَوَارِ الْكُنَّسِۙ
yang beredar dan terbenam,
Tafsir ringkas
yang beredar di garis edarnya dan terbenam,
17
وَالَّيْلِ اِذَا عَسْعَسَۙ
demi malam apabila telah larut,
Tafsir ringkas
demi malam apabila telah larut dan meninggalkan gelapnya, atau datang dengan kegelapan yang dibawanya,
18
وَالصُّبْحِ اِذَا تَنَفَّسَۙ
dan demi subuh apabila fajar telah menyingsing,
Tafsir ringkas
dan demi subuh apabila fajar telah menyingsing, tersibak cahayanya sedikit demi sedikit, layaknya orang bernafas. Ketiga peristiwa tersebut merupakan tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta yang dapat dilihat. Begitupun, Al-Qur’an merupakan tanda kebesaran-Nya yang dapat dibaca.
19
اِنَّهٗ لَقَوْلُ رَسُوْلٍ كَرِيْمٍۙ
sesungguhnya (Al-Qur'an) itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril),
Tafsir ringkas
Demi ketiga hal itu, sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar firman Allah yang dibawa turun oleh utusan yang mulia, yaitu Jibril yang diamanati untuk mengawal wahyu Allah kepada para nabi.
20
ذِيْ قُوَّةٍ عِنْدَ ذِى الْعَرْشِ مَكِيْنٍۙ
yang memiliki kekuatan, memiliki kedudukan tinggi di sisi (Allah) yang memiliki ‘Arsy,
Tafsir ringkas
Kami turunkan Al-Qur’an melalui Jibril yang memiliki kekuatan yang tidak tertandingi oleh makhluk lain. Jibril mempunyai 600 sayap. Dengan sayap sebanyak itu Jibril sanggup menembus langit ketujuh dengan kecepatan luar biasa. Itulah Jibril yang memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah yang memiliki ‘Arsy, singgasana yang agung karena ketaatannya kepada Allah dan tugasnya yang sangat mulia sebagai pembawa wahyu.